be a good writer

kemarin tanggal 1 juni 2013 saya berkesempatan untuk datang di acara writing clinic yang diadakan
majalah femina bertempat di aula serbaguna gedung femina kuningan jakarta. dalam acara ini pengisi acara
yang hadir antara lain ibu leila s chudori seorang wartawan senior dari majalah Tempo dan penulis novel "Pulang". ibu leila memaparkan beberapa faktor yang dibutuhkan untuk menulis karya yang baik antara lain:
a. bakat
b. kerja keras
c. rajin membaca
d. sikap rendah hati

tips dan teknis penulisan fiksi :
a. ide
b. tema
c. plot
d. karakter
e. akhir cerita
f. penulisan intro

dalam kegiatan ini ada pula sesi tanya jawab yang dilontarkan peserta yang membuat saya belajar banyak dalam menulis. antara lain perlu adanya riset sebuah tempat, jika kita ingin menulis novel atau fiksi berlatar belakang sejarah atau masa lalu agar pembaca merasa seolah-olah berada di masa lalu sesuai latar dalam novel.

selain itu dalam penulisan fiksi yang terpenting ialah cara storytelling dalam sebuah cerita agar pembaca tidak
merasa bosan dan perlu adanya konsistensi agar ide dalam cerita fokus dan tidak berubah-ubah .

hal lainnya yang perlu diperhatikan ialah rajin membaca novel fiksi agar kosakata dan cara bercerita kita
bisa lebih baik dan belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman. memang bagi saya tidak mudah
untuk meluangkan waktu untuk membaca buku dalam 1 hari namun ibu leila memberikan tips agar sebisa
mungkin saya ataupun yang lain jika ingin menjadi penulis yang baik sempatkanlah untuk membawa buku
dalam tas kita baik untuk menunggu angkutan umum, di salon, menunggu dokter dan pagi hari di saat membuang air besar alias boker :)

selain itu sering-seringlah menghadiri diskusi buku atau acara yang berkaitan dengan sastra agar pengetahuan
kita bertambah dan memperkaya referensi dalam menulis.

salah satu novel yang dicontohkan ibu leila dan telah diangkat ke layar lebar ialah the great gatsby karangan
scott fitzgerald . tanggal 22 mei saya menonton the great gatsby di kuningan city. dalam film itu menggunakan
alur mundur dimana di awal film nick carraway yang diperankan tobey mcguire dirawat di tempat rehabilitasi
orang yang depresi. nick menceritakan awal dia kenapa berada di tempat rehabilitasi itu sampai perkenalannya dengan pemuda kaya raya jay gatsby sampai masuk kedalam lingkaran kaum jet sen tahun 1920an.

dalam novel maupun film itu sebenarnya ceritanya sederhana yaitu pria miskin yang jatuh cinta dengan wanita
kaya namun cara bercerita yang detail dan mampu memberikan nyawa membuat novel dan film menjadi
tontonan yang menarik hingga akhir. detail busana , setting, serta  suasana dalam film sangat detil membuat saya merasa hidup di tahun 1920an serta karakter dalam film yang berwarna membuat alur dalam film menarik untuk ditonton.

dalam novel great gatsby yang hanya setebal 200 halaman membuat novel ini dijuluki "the great american novel".
setelah ibu leila memberikan materi selama kurang lebih dua jam maka kemudian datanglah pembicara sesi
kedua yaitu iwan setiawan penulis 9 summer 10 autums yang sedang fenomenal .
mas iwan dengan gayanya yang kocak dan santai memberikan pengalaman inspiratif yang melatar belakangi
menulis buku . banyak hal yang saya dapatkan dari mas iwan yang banyak kesamaan ternayata saya rasakan
antara lain rasa cinta yang kita alami akan semakin jernih ketika berpisah . dan ketika saya merasa tidak dapat melakukan banyak hal di kota semarang justru ketika saya berada di jakarta justru kota terhebat ialah
semarang. setiap tahun saya merasa terpanggil untuk pulang ke Semarang untuk menemui teman-teman lama
di Semarang dan menengok rumah saya di Semarang tempat saya dilahirkan dan dibesarkan.
terkadang kita tumbuh dengan banyak lubang di hati kita dan mencari berbagai cara untuk menutupi lubang
tersebut. namun ternyata cara ampuh untuk menutupi lubang di hati adalah berdamai dengan diri sendiri.

Hal terpenting yang saya pelajari dari mas Iwan adalah mencari makna dalam hidup dan bermakna bagi orang lain. kesuksesan adalah bagaimana kita menyentuh banyak hati orang bukan sekedar berapa banyak yang kita peroleh dalam diri sendiri.

Dalam hidup yang terpenting bukan sekedar gaya-gayaan atau penampilan semata tapi intelektuallah yang
terpenting dan hidup itu perjuangan bukan sekedar proses yang instan.

itulah pelajaran penting yang saya dapat dan akan saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari saya dan bagikan kepada orang lain sekitar saya karena pelajaran yang positif dalam hidup.

Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba