pembelajaran digital untuk kemajuan pendidikan di Indonesia

Seiring perkembangan tekonologi yang terus mengalami perubahan di segala aspek termasuk juga pendidikan, maka sudah saatnya pendidikan di Indonesia menyesuaikan perubahan teersebut agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang masih tertinggal di berbagai aspek. Grasindo sebagai salah satu penerbit buku pelajaran yang sudah berdiri selama 24 tahun di Indonesia , mengadakan seminar dengan tema "Toward Learning Revolution" yang bertepatan dengan ulang tahun Grasindo yang ke 24. Seminar ini menghadirkan pembicara yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan antara lain Bapak Anies Rasyid Baswedan yang merupakan rektor Universitas Paramadina dan juga penggagas Indonesia Mengajar, kemudian pembicara kedua yaitu Bapak Bambang Juwono yang juga mengembangkan software pendidikan sejak tahun 1988.



Acara diawali sambutan dari Bapak Wandi yang merupakan Managing Director Grasindo, dalam sambutannya Bapak Wandi menceritakan tentang generasi muda sekarang yang merupakan generasi internet yang memiliki ciri-ciri antara lain : anak sekarang cenderung ingin memiliki kebebasan berekspresi dengan berbagai cara yang mereka sukai, selain ingin bebas berekspresi generasi sekarang ingin dianggap special tidak ingin dianggap sama atau seragam dengan teman-temannya, generasi sekarang ingin  mencari integritas atau jeli meneliti tentang sesuatu, jika dahulu orang melamar pekerjaan tidak terlalu menetapkan standar maka generasi sekarang telah menetapkan standar sendiri tentang gaji yang mereka inginkan, jenjang karir, serta fasilitas apa saja yang di dapat, jika generasi terdahulu terbiasa melakukan sesuatu dengan serius dan teliti maka generasi sekarang ingin melakukan pekerjaan dengan fun atau bersenang-senang, dengan adanya internet atau media sosial maka generasi sekarang ingin melakukan dengan kolaboratif atau mementingkan relasi, dengan banyaknya perangkat mobile maka kecepatan menjadi hal yang penting bagi generasi sekarang baik dalam memperoleh informasi maupun berkomunikasi, hal yang terakhir yang menjadi ciri dari generasi internet ialah adanya inovasi dimana generasi sekarang menginginkan adanya perbaikan menuju kesempurnaan.


Setelah sambutan dari Bapak Wandi, pembicara pertama yaitu Bapak Anies Baswedan yang mengemukakan bahwa Guru adalah orang yang melihat masa depan Indonesia. dimana sebelum menjadi orang yang sukses, orang yang pertama yang melihat dan memprediksi adalah guru. Masa depan Indonesia ada di tangan manusia Indonesia. Sedangkan masalah yang terdapat manusia Indonesia adalah mental, fisik, dan pendidikan. dan kunci untuk masalah pendidikan yaitu guru. Begitu halnya berubah, masalahnya apakah kita siap berubah? Jangan berharap anak didik kita bisa berubah jika para guru atau pendidik tidak berubah.


Pak Anies menceritakan tentang pelayaran Ceng Ho ketika berkeliling dunia ada dunia mindset yang ada pada saat itu : yang pertama mari kita mengeksplore atau menjelajah sedangkan yang satu lagi mengatakan saatnya menutup diri. maka kesimpulan dari cerita tersebut apakah kita mau merubah mindset untuk berubah atau tidak.  Selain itu pak Anies memberikan simulasi atau pertanyaan kepada peserta seminar atau para guru yang hadir berupa dua pertanyaan yaitu : 1. berapa 8x7 2. buatlah kalimat yang berirama . Kemudian dari jawaban itu dijelaskan bahwa pertanyaan pertama memiliki jawaban yang pasti namun untuk pertanyaan kedua merupakan pertanyaan untuk mengeksplorasi . Sudah saatnya para guru merubah pertanyaan yang kebanyakan nomor satu kemudian memperbanyak pertanyaan nomor dua agar mendorong anak didik menjadi berkreasi.

Pak Anies juga meceritakan guru yang baik merupakan guru yang tidak tergantung alat. Hal ini dicontohkan oleh Fisikawan Muslim yang ternama Abdus Salam yang meraih nobel fisika ternyata terinspirasi dari guru ketika pelajaran IPA ketika SD dimana saat pelajaran anak-anak diajak keluar kelas dan mempraktekkan dengan kaca pembesar dan kertas yang bisa terbakar. Dimana gurunya berkata" If you focus on a thing, you can burn the world." Itulah contoh jika kita menjadi pendidik harus inspiratif agar mudah diingat. Pak Anies juga memberikan masukan agar menjadi guru adalah kebanggaan dan sebuah priveledge yaitu dengan memberikan diskon bagi para guru untuk pembelian guru, serta adanya executive lounge di bandara jika para guru bepergian maka akan menimbulkan kesan guru adalah profesi yang terhormat dan menjadi guru adalah profesi yang membanggakan.
Itulah yang mendasari pak Anis untuk mengadakan kegiatan Indonesia Mengajar bahwa dengan menjadi guru adalah sesuatu yang bermakna dan keren.

Ada salah satu peserta yang juga bertanya bagaimana jika terdapat sinetron yang merendahkan profesi guru? sehingga menimbulkan guru hanya adalah profesi yang menjadi bahan candaan saja. Bagaimana menghentikan tayangan tersebut?? Jawabannya mudah saja karena berhadapan dengan pasar maka melawannya juga dengan menekan pemasang iklan pada sinetron karena mendukung tayangan yang tidak mendidik dan merendahkan profesi guru maka dengan membuat petisi dan memboikot produk tersebut di seluruh Indonesia maka produk tidak akan berani memasang iklan pada tayangan tersebut.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana tipsnya agar bisa menginspirasi yaitu dengan membebaskan diri, berteman dengan murid, berinteraksi, mengalami banyak pengalaman dan kemudian mengambil hikmahnya. Tips yang lain antara lain berpikir out of box, bertanya sesuatu yang tidak ditanyakan.

Pembicara kedua ialah Bapak Bambang Juwono dari pesona Edukasi yang juga meneliti dan menciptakan software pendidikan. Pak Bambang menjelaskan tentang adanya gap generasi yaitu generasi X yang lahir 1966-1976, generasi Y yang lahir 1977-1994, kemudian generasi Z yang lahir tahun 1995. Pak Bambang juga memaparkan jenis-jenis pembelajaran yang kini berkembang yaitu :
U learning yaitu penggabungan E Lerning + M learning yang membuat memudahkan belajar agar bisa dimana saja dan kapan saja. Yang kedua yaitu flipped classroom yaitu lesson at home, home work at school dimana dengan adanya internet anak-anak bisa belajar di rumah dan berdiskusi tentang tugas di sekolah. Yang ketiga ialah computer literacy yaitu reading, writing, aritmatik, serta logaritma.



Untuk mengikuti perubahan zaman dan memberikan solusi bagi para guru dan siswa maka Pesona Edu bekerja sama dengan Intel dan Grasindo meluncurkan tablet yang memudahkan siswa belajar karena didukung dengan visual dan teks yang menarik serta simulasi interaktif. Konsekuensi dari muncul adanya produk ini adalah konsekuensi rasa ingin tahu anak dan menimbulkan rasa ingin tahu. Solusinya ialah dengan mencari tahu bersama dan mengeksplorasi bersama dengan murid



Yang dibutuhkan untuk memulai pembelajaran secara digital ialah dengan niat, mulai sekarang, lakukan dengan semangat, cari bantuan jika menemukan kesulitan, latihan terus menerus.


Di akhir acara manajemen Grasindo melakukan potong tumpeng untuk merayakan ulang tahun ke 24 serta pembacaan doa agar kerja sama Grasindo dapat berjalan sukses dan bermanfaat bagi banyak orang.


Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

Dorong Motivasi Diri Untuk Memiliki Rumah Tanpa Hutang