pembelajaran digital untuk kemajuan pendidikan Indonesia

Sejak hadirnya internet di Indonesia pada akhir tahun 90 an maka perlahan-lahan internet merubah banyak aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dll. Jika semula komunikasi hanya berlangsung satu arah dan memakan waktu yang cukup lama, maka dengan adanya internet komunikasi berlangsung interaktif dengan waktu yang singkat. Banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pula dalam bidang pendidikan. permainan tradisional yang dahulu biasa dimainkan anak-anak seperti lompat tali, kelereng, layang-layang perlahan-lahan mulai tergantikan dengan permainan digital yang menawarkan aneka jenis permainan yang interaktif dan visual yang menarik. Anak-anak yang sebelumnya terbiasa mencatat di buku tulis maka berubah mencatat di tablet atau telepon seluler.



media yang digunakan dalam belajar di sekolah pun mengalami perubahan misalnya dari papan tulis yang menggunakan kapur maka berganti menjadi papan tulis menggunakan spidol, yang dahulu guru berperan besar dalam menerangkan pelajaran dengan mencatat di papan tulis maka saat ini menggunakan proyektor yang dapat menampilkan video secara menarik. jika dahulu murid - murid yang bertanya kepada guru maka sekarang bisa jadi guru bertanya kepada murid karena mudahnya akses informasi yang diperoleh melalui perangkat digital.


Bicara internet tentu tidak dapat dilepaskan dengan istilah TIK atau Teknologi Informasi Komunikasi. TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaanya, komputer dan hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and Development : Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980].Sehingga TIK dalam bidang pendidikan seharusnya tersedianya sarana untuk menyevarluaskan program pendidikan.

Memasuki era globalisasi informasi mata pelajaran TIK pun sudah mulai diperkenalkan sejak bangku sekolah dasar agar anak-anak yang akan menjadi generasi penerus dapat mengejar ketertinggalan teknologi serta dapat berinovasi dengan bantuan teknologi yang ada. Tentu ada fungsi mengapa TIK digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu
1. Teknologi berfungsi sebagai alat (tools), dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administratif untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keuangan dan sebagainya.
2. Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa. Misalnya teknologi komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika, manajemen informasi, ilmu komputer. dalam pembelajaran di sekolah sesuai kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasi siswa semua kompetensinya.
3. Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi dengan bantuan  komputer. Dalam hal ini komputer telah diprogram sedemikian rupa sehingga siswa dibimbing secara bertahap dengan menggunakan prinsip pembelajaran tuntas untuk menguasai kompetensi. dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.
Dengan adanya perubahan teknologi yang terjadi saat ini maka guru sebagai tenaga pendidik harus bersedia mengikuti perkembangan terbaru karena jika gurunya saja tidak ingin berubah maka tidak bisa berharap anak didiknya akan berubah mengejar ketertinggalan teknologi. Peran dan fungsi teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia pendidikan, berdasar studi tentang tujuan pemanfaatan TI di dunia pendidikan terkemuka di Amerika, Alavi dan Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan pemanfaatan TI, yaitu
a. meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran;
b. meningkatkan kepuasan siswa;
c. memperluas basis siswa;
d. meningkatkan kualitas pelayanan;
e. mengurangi biaya operasi; 
Jenis-jenis pembelajaran digital yang kini berkembang yaitu : U learning yaitu penggabungan E Lerning + M learning yang membuat memudahkan belajar agar bisa dimana saja dan kapan saja. Yang kedua yaitu flipped classroom yaitu lesson at home, home work at school dimana dengan adanya internet anak-anak bisa belajar di rumah dan berdiskusi tentang tugas di sekolah. Yang ketiga ialah computer literacy yaitu reading, writing, aritmatik, serta logaritma.

.Namun untuk menggunakan TIK sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran masih banyak kendala yang dihadapi yaitu : kurangnya SDM untuk mentraining para guru di seluruh Indonesia, masih belum merata saranan dan prasarana di Indonesia, kondisi geografis Indonesia yang luas mencakup ribuan pulau maka membutuhkan waktu yang tidak sebentar agar TIK dapat tersebar merata di setiap wilayah. Pemerintah pun telah melakukan beberapa upaya antara lain : 
1.E-learning
Mulai dari tahun 2002, Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan e-learning program yang disebut “e-dukasi”. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. Pada tahap awal ini, buhan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Elektronika, dan Teknologi Informasi.
2.Kursus Online
Beberapa perguruan tinggi telah memberikan kuliah melalui internet untuk beberapa kursus.
3.Tutorial Online
Salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembega-lembaga pendidikan jarak jauh.
4.Joint Research
Sebagai media yang menyediakan untuk kolaborasi melalui penggunaan teknologi informasi, penelitian bersama pogram telah dilakukan.
5.Perpustakaan Elektronik
Saat ini, ada jaringan perpustakaan elektronik yang disebut Bahasa Indonesia Digital Library Network yang merupakan jaringan perpustakaan elektronik dari perpustakaan ITB (Digital Library), yang Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB, Lembaga Penelitian ITB, Universitas Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek CIDA), Universitas Brawijaya Malang Central Library, Universita Muhammaddiyah Malang dan The Central Bank Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta . indonesia Digital Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, untuk meningkatkan pertukaran informasi antar lembaga pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia.
Dengan penerapan TIK dalam pendidikan maka diharapkan ada beberapa kemudahan yang akan diperoleh agar pendidikan Indonesia bisa lebih baik dan sejajar dengan negara lain. Kemudahan yang bisa didapat dari peserta didik antara lain : 
a. Bisa mengakses informasi dengan luas tidak terbatas hanya satu negara saja namun bisa menjangkau informasi hingga ke manca negara. hal ini dapat bermanfaat untuk memperluas pengetahuan peserta didik untuk lebih mengenal wilayah Indonesia bahkan manca negara.
b. Bisa belajar secara interaktif dimana peserta didik bisa bertanya langsung dengan para ahli jika menemui kesulitan. Komunikasi bisa berlangsung dua arah dengan waktu yang cepat. 
c. Bisa mengikuti kelas jarak jauh secara online. bagi orang yang sudah bekerja bisa menempuh kuliah secara online sehingga kendala waktu, jarak dan biaya dapat teratasi.  


Bagi penyelenggara pendidikan maka keuntungan yang diperoleh antara lain : 
a. Biaya pengadaan buku bisa ditekan. Karena dengan buku online dan digital maka satu siswa bisa mengakses buku melalui internet dan membeli perangkat digital untuk mengakses semua buku pelajaran secara digital.
b. Dapat bertukar informasi dengan institusi lainnya. Dengan adanya internet maka komunikasi dapat menjadi mudah maka antara satu lembaga dengan mudah bertukar informasi dengan lembaga lainnya sehingga terjalin kolaborasi untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
c. Dengan program jarak jauh, maka peserta didik dapat memperoleh informasi dengan mudah serta membantu institusi menyebarluaskan informasi dengan cepat dan mudah.
Hadirnya TIK tentu menimbulkan dampak pada baik secara positif dan negatif bagi peserta didik maupun penyelenggara pendidikan selain kemudahan yang didapat maka dampak negatif yang ada antara lain munculnya kecanduan pada anak-anak dengan tampilan yang menarik maka akan timbul rasa penasaran untuk terus mengakses jika tidak dibatasi maka akan lupa akan keadaaan sekitar, akses informasi yang sangat bebas jika tidak diimbangi dengan moral dan agama yang kuat maka anak-anak dibawah umur bisa mengakses pornografi, kekerasan dll maka peran orang tua dan guru juga besar untuk mendampingi anak-anak dalam mengakses informasi, jika terlalu sering mengakses internet maka kepedulian sosial akan berkurang anak-anak akan cenderung individualistis dan mementingkan diri sendri untuk mencapai tujuan sedangkan kultur orang Indonesia adalah gotong royong yang menonjolkan kebersamaan.
Perlu kerjasama banyak pihak agar teknologi komunikasi dapat memajukan kualitas pendidikan Indonesia dari orang tua, para guru, pemerintah, dan media massa. Teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat dihindari namun harus di terima dengan filter moral yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa meningkat dan bermanfaat bagi banyak orang. 


Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba