Rempah Rempah Sebagai Mahakarya Indonesia




Indonesia dikenal sebagai bangsa penghasil rempah-rempah terkemuka di dunia terbukti bangsa Eropa berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk mengambil rempah-rempah dan dijual kembali ke Eropa.



 Berkat rempah-rempah pula masakan Indonesia terkenal hingga manca negara. Karena begitu besar pengaruh rempah-rempah terhadap kehidupan sosial budaya Indonesia maka Tim Mahakarya Indonesia minggu lalu pada Jumat 10 Oktober 2014 mengadakan blogger gathering untuk mengajak masyarakat agar lebih mencintai rempah-rempah di Indonesia.



Acara yang diadakan di Tartine Cafe, fX Sudirman, dimulai pukul 19 dibuka oleh pembawa acara shafira yang juga presenter Net TV. Kemudian pembicara pertama bapak JJ Rizal menceritakan apa itu mahakarya, apa saja yang bisa dikategorikan sebagai mahakarya, dan mengapa rempah-rempah termasuk dalam mahakarya Indonesia, kemudian sejarah panjang rempah-rempah di Indonesia yang membuat bangsa Eropa berduyun-duyun datang ke Indonesia, serta perdagangan rempah-rempah yang membuat kerajaan di Indonesia seperti Sriwijaya bisa besar bahkan terkenal hingga manca negara.


Ada beberapa cerita menarik yang baru saya ketahui pada malam itu ternyata dahulu para sastrawan di Eropa seperti Shakespare membuat cerita fantasi tentang rempah-rempah sehingga membuat orang penasaran akan hal tersebut. Zaman dahulu rempah-rempah diceritakan dan digunakan sebagai makanan para dewa, pembangkit gairah seksual, serta pengawet mumi pada mayat raja Firaun di Mesir. Akibat cerita fantasi tersebut orang berlomba-lomba untuk menemukan rempah-rempah yang konon lebih berharga dari emas.

Para pelaut dari bangsa Eropa seperti Spanyol dan Portugis pun akhirnya melakukan penjelajahan samudra untuk menemukan dimana rempah-rempah seperti yang diceritakan para sastrawan. Setelah menjelajah ke berbagai negara dan benua maka para pelaut seperti Magellan, Vasco Da Gama, De Elcano menemukan bahwa rempah-rempah tersebut terletak di benua Asia. Yang kemudian mendorong pelaut lainnya menjelajah benua Asia hingga Indonesia untuk menemukan rempah-rempah. Setelah menemukan Indonesia sebagai penghasil rempah-rempah seperti lada, cengkeh, tembakau, kayu manis, kapur barus, dll, maka timbul keinginan untuk menguasai bangsa Indonesia agar bisa mendanai perang dunia yang sedang berlangsung di Eropa. Penemuan rempah-rempah tertua terdapat di Mesopotamia dimana pada sekitar tahun 1700 ditemukan cengkeh di dalam tempayan.

Dan karena rempah-rempah pula terjadi penjajahan bangsa asing atas Indonesia atau kolonialisme kemudian dari kolonialisme melahirkan nasionalisme dan berdirilah bangsa Indonesia. dimana pemikiran Bung Karno sebagai seorang pemimpin pada saat itu salah satu Mahakarya Indonesia.
Mahakarya sendiri berarti buatan Tuhan maupun buatan manusia yang bisa menjadi jawaban kreatif di masyarakat.

Maka rempah-rempah yang ada di Indonesia merupakan mahakarya buatan Tuhan yang bisa bermanfaat banyak hal bagi manusia, jika diolah lagi oleh manusia maka bisa menjadi mahakarya manusia yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.



setelah menceritakan tentang rempah-rempah sebagai mahakarya maka pembicara selanjutnya bang Motulz pun berbagi mengenai berita, cerita, dan catatan. Informasi ini penting bagi para blogger yang akan menulis apakah ingin menulis berita, cerita atau catatan. Jika berita maka unsur pemberitaan seperti 5W+1H menjadi sangat penting dan waktu saat ini menjadi salah satu tolak ukur berita, selain waktu yang update hal lainnya ialah akurasi dan konfirmasi yang bisa diperoleh dengan wawancara narasumber. Berita akan menjadi lebih afdol jika tidak hanya cepat namun akurat karena ada konfirmasi dari orang yang relevan.

Jika cerita waktu tidak begitu penting namun perlu alur untuk menguatkan cerita. Cerita tidak membutuhkan akurasi dan informasi, namun ketika pembaca menemukan akurasi dan informasi nilai cerita menjadi kuat dan melahirkan cerita baru si pembaca tadi atau melahirkan word of mouth.

Hal menarik ketika akan menulis cerita dalam blog adalah sisi personal seorang penulis akan suatu hal. dimana penulis memiliki sudut pandang tersendiri mengenai hal tersebut yang berbeda dengan penulis lainnya.

Lain halnya dengan catatan dimana hanya mencatat seperti seorang notulen, Jika hanya mencatat maka bisa meminjam catatan yang menjadi pembicara tanpa harus bercerita mengenai suatu hal. Maka pilihan ada di tangan masing-masing apakah akan menulis cerita, catatan atau berita.

Setelah kedua pembicara sharing mengenai rempah-rempah dan hal-hal dalam cerita maka kompetisi live blogging dimulai dimana pemenang akan mendapatkan ipad mini untuk 2 orang.




Sebelum diumumkan pemenang live blogging pada malam itu, para peserta yang hadir dihibur oleh band yang menyajikan musik-musik karya anak Indonesia seperti lagu Gundul - Gundul Pacul, Iwan Fals.








Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

Dorong Motivasi Diri Untuk Memiliki Rumah Tanpa Hutang