Mahakarya Rempah Indonesia Yang Menyehatkan

          Sebagai negara penghasil rempah-rempah, maka orang Indonesia terbiasa menggunakan rempah-rempah dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai bumbu masakan, penghangat badan bahkan untuk mencegah dan mengobati penyakit. Secara turun temurun orang Indonesia biasa mengobati penyakit dengan cara tradisional menggunakan bahan-bahan alami yang tumbuh di sekitar kita misalnya dengan jahe, kunyit, lengkuas, kayu manis dan masih banyak lainnya.





     Bagi orang Indonesia terutama yang tinggal di Pulau Jawa maka akan terbiasa mengkonsumsi jamu sebagai minuman yang menyehatkan karena dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit. Menurut ahli bahasa Jawa Kuno, istilah “jamu” berasal dari singkatan dua kata bahasa Jawa Kuno yaitu “Djampi” dan “Oesodo”. Djampi berarti penyembuhan yang menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa dan ajian-ajian sedangkan Oesodo berarti kesehatan. Pada abad pertengahan (15-16 M), istilah oesodo jarang digunakan. Sebaliknya istilah jampi semakin popular diantara kalangan keraton. Selain itu jamu sendiri mengandung pengertian pengobatan herbal karena menggunakan bahan alami dan tanpa efek samping. Pengetahuan tentang jamu telah digunakan secara berabad-abad bahkan masih digunakan hingga saat ini. Jamu umumnya menggunakan bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang dan buah. Ada juga yang menggunakan kuning telur ayam kampung untuk tambahan pada minuman jamu.


         Jamu yang biasanya rasa pahit agar manis maka ditambah madu agar dapat diminum oleh orang yang mengkonsumsinya. Asal-asal muasal jamu sendiri salah satu sumber sejarah menyebutkan pada abad ke 17 pada kerajaan Hindu Mataram dimana para putri-putri keraton menjaga kecantikan dan kesehatan diri mereka untuk telihat muda dan cantik. Kitab Mawadhapura's adalah sebuah resep jamu dari kerajaan Majapahit yang menceritakan tentang "pembuatan jamu" yang disebut acaraki. 


     Di jaman kolonial, beberapa pustaka juga menyebutkan berbagai jenis tanaman di nusantara yang berkhasiat obat. Yacobus Bontius, seorang petualang Portugis, orang Eropa pertama yang menerbitkan buku yang memuat jenis-jenis tanaman obat dan kegunaannya, yang ditulis dalam bukunya yang berjudul Historia Naturalist et Medica Indiae pada tahun 1627. Bontius juga merupakan orang pertama yang menulis tentang tumbuhan obat di Jawa tahun 1658 M. Gregorius Rumphius-seorang ahli botani yang tinggal di Maluku menulis tumbuhan dan hewan yang ada di Maluku, karyanya ditulis dalam buku Amboinish Kruidboek. Buku Rumphius lainnya berjudul Herbarium Amboinense, merupakan catatan tentang pemanfaatan tumbuhan untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan, yang ditulis sekitar tahun 1741-1755 M. Monograf tumbuhan obat di Jawa, oleh Horsfield, tahun 1816, Tumbuhan yang beracun dan bermanfaat sebagai obat, oleh Greshoff’s , tahun 1890-1914 M, Het javaanese receptenboek (buku resep pengobatan Jawa kuno) oleh Van Hien, tahun 1872. Indische Planten en haar Geneeskracht (Tumbuhan Asli dan Kekuatan Penyembuhannya) oleh Kloppenburg-Versteegh, tahun 1907.(sumber:http://bumiherbal.com/2014/02/jamu-dan-sejarah-phytotherapy-di-indonesia/)



        Ada banyak jenis ramuan jamu yang dapat mengatasi masalah kesehatan antara lain ramuan "cabe puyeng" yang dapat menyembuhkan penyakit rematik, "beras kencur" untuk menyegarkan tubuh, dan ramuan "galian singset"yang efektif melangsingkan tubuh. Saya sendiri sejak SMP atau usia 13 tahun dibiasakan oleh ibu saya untuk meminum jamu kunyit asem dan beras kencur untuk memperlancar datang bulan dan mengurangi nyeri pada perut saat datang bulan. Karena saya lahir dan besar di Semarang maka terbiasa melihat dan mengkonsumsi jamu sebagai minuman sehari-hari karena banyaknya minuman jamu yang diproduksi baik secara rumahan maupun modern. Rasa saat awal minum madu ialah asam dan terkadang pahit namun aroma rempah yang terasa membuat saya rindu akan jamu khas buatan Semarang yang sulit ditemui di Jakarta. 
    
         Bahan yang umumnya digunakan dalam minuman jamu antara lain :



a. Jahe 
Nama ilmiah Jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi. Jahe merupakan tanaman yang tumbuh di wilayah Asia, yang tersebar di wilayah India sampai Cina. tiga jenis jahe yang familiar di pasaran antara lain : jahe merah, jahe kuning, jahe gajah/badak. manfaat jahe antara lain diigunakan untuk menghangatkan badan dan meredakan masuk angin.



b. Temulawak 
tanaman ini berasal dari Indonesia teritama pulau Jawa yang kemudian menyebar hingga beberapa negara Asia, Amerika Serikat, dan Eropa. Manfaat temulawak bagi tubuh antara lain dapat meningkatkan kinerja ginjal, menambah nafsu makan dan menurunkan kadar kolesterol.



c. Kunyit
Kunyit banyak disebutkan berasal dari India yang kemudian dibudidayakan di wilayah Asia seperti India, Cina, Taiwan, Indonesia dan Filipina. tanaman kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena dapat menghilangkan gatal, menurunkan kadar lemak dalam darah dan pembersih darah.



d. Kencur
Tanaman kencur kemungkinan berasal dari India yang kemudian dibudidayakan hingga Asia Tenggara, Cina bahkan Australia Utara. Manfaat kencur antara lain menambah nafsu makan pada anak-anak dan sebagai minuman penyegar. 



e. Lengkuas
lengkuas dan laos merupakan jenis rempah-rempah yang banyak digunakan di masakan Indonesia, Asia Tenggara dan Australia. manfaat lengkuas bagi tubuh antara lain mengatasi perut kembung, meyembuhkan rematik, dan mengurangi rasa mual.



     Jika dahulu jamu lebih banyak diolah dengan cara tradisional yaitu dengan direbus dan kemudian diminum maka dengan bantuan teknologi jamu kini dapat tampil lebih praktis dan modern. Beberapa produsen jamu yang memproduksi dengan skala besar seperti Nyonya Meneer, Jamu Jago, dan Sido Muncul kini berinovasi dengan varian produk yang bisa dikonsumsi generasi muda di kota-kota besar. Dengan tampilan sachet yang praktis jamu dapat dibawa kemana saja untuk mengobati masuk angin, kemudian jamu kini juga berbentuk bubuk yang cukup diseduh air panas bisa dengan mudah dikonsumsi. Selain itu tersedia juga jamu dalam bentuk pil atau kapsul yang mudah dibeli di apotik atau minimarket di sekitar kita.

      Orang yang mengkonsumsi jamu pun tidak sebatas orang Indonesia saja namun juga telah diekspor ke beberapa negara misalnya Australia, Timur Tengah, Eropa bahkan Amerika. Tren gaya hidup sehat dengan prinsip "back to nature" juga mendorong perilaku masyarakat untuk memilih obat yang berbahan dasar herbal karena tanpa memiliki efek samping serta harga yang realtif murah.

      Jamu sebagai salah satu Maharkarya Rempah Indonesia selain menyehatkan juga dapat sebagai ciri khas minuman Indonesia serta sebagai produk unggulan Indonesia di mata dunia. Rempah-rempah jika dimanfaatkan secara optimal dapat membuka lapangan pekerjaan serta menambah pemasukan negara karena diekspor ke luar negeri dan membawa citra positif Indonesia di mata dunia.



     Selain memproduksi jamu secara massal beberapa perusahaan tadi juga memiliki museum jamu yang terletak di kota Semarang antara lain museum Jamu Nyonya Meneer dan museum Jamu Jago. tujuan didirikannya museum ini antara lain agar masyarakat umum dapat mengetahui sejarah pembuatan jamu serta memperkenalkan budaya minum jamu kepada generasi muda dan cagar budaya untuk melestarikan budaya leluhur serta media rekreasi bagi generasi muda.





Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

ulasan film sokola rimba

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya