Mari Bijak Menggunakan Antibiotik

Bagi saya atau masyarakat umumnya menganggap antibiotik sebagai "obat dewa" yaitu obat yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit dari pilek, batuk, diare, sakit gigi dan lainnya. Sejak kecil saya terbiasa diberikan antibiotik oleh orang tua saya yang merupakan perawat di sebuah klinik. Namun beranjak dewasa saya mengetahui bahwa antibiotik dapat menyebabkan virus menjadi kebal dan daya tahan tubuh cenderung menurun. 



Hal itu ternyata benar karena ketika saya menghadiri acara  tanggal 7 Desember 2014 yang diselenggarakan Yayasan Orang Tua Peduli bekerja sama dengan milissehat.web.id dan ReAct mengadakan jalan sehat sekaligus sosialisasi kampanye "Bijak Antibiotik" kepada masyarakat umum pada kegiatan car free day.



Kegiatan diawali jalan sehat dari depan kantor BNI 46 kemudian memutari bunderan HI lalu kembali ke depan kantor BNI 46. Hadir pula artis Mona Ratuliu yang sudah menjadi anggota milis sehat sejak 5 tahun yang lalu serta dr Arifianto Arpin yang membantu masyarakat memberikan informasi penggunaan antibiotik secara bijak.



Jalan sehat yang diadakan kegiatan ini bukan sekedar olah raga biasa namun juga sebagai memperingati ASEAN Antibiotik Awareness Week yang jatuh pada 17-23 November, 11 tahunnya kegiatan Yayasan Orang Tua Peduli dalam mengedukasi konsumen kesehatan melalui milis sehat@yahoogroups.com sejak 19 Desember 2003. Milis yang berawal dari 19 member telah berkembang menjadi lebih 15.500 member saat ini.

Program Bijak Antibiotik atau Smart Use of Antibiotics (SUA) adalah program kerja sama Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) dan ReAct yang dimulai 2012. Program ini memiliki tujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan resistensi antibiotik di kalangan internal dan eksternal YOP. Program ini telah berjalan di 5 negara antara lain : Ghana, Ekuador, Thailand, Malaysia dan Indonesia. ReAct sendiri organisasi nirlaba internasional yang berbasis di Swedia dan giat berkampanye mengenai resistensi antibiotik. Visi ReAct adalah menjadikan generasi saat ini dan masa depan memiliki akses pengobatan efektif untuk infeksi bakteri sebagai bagian dari hak mereka akan kesehatan.



Setelah peserta kembali dari jalan sehat maka, dr Arpin memberikan beberapa tips kepada peserta dan warga sebelum menggunakan antibiotik antara lain sebagai konsumen harus punya informasi dasar tentang antibiotik serta menanyakan kepada dokter apa alasan diberikan antibiotik agar bisa membaca informasi mengenai antibiotik terlebih dahulu. Jangan ragu untuk bertanya nama obat yang diberikan serta meminta pendapat dokter lain sebagai alternatif. 

Ada beberapa hal mengapa kita perlu bijak dalam menggunakan antibiotik antara lain : 
  • beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik cenderung berlebihan dan umumnya diberikan pada penyakit atau kondisi yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotik.
  •  Studi yang dilakukan YOP menunjukkan bahwa anak-anak penderita infeksi virus (yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa obat-obatan) seperti demam diberikan antibiotik sebanyak 86.4% demikian juga diare 74.1%. Praktek ini tentu peresepan obat seperti ini membahayakan kesehatan anak-anak.
  • Sejak tahun 1998 WHO sudah mengingatkan kita semua akan ancaman punahnya antibiotik yang mampu melawan kuman jika semua pihak tidak bergandengan tangan untuk melawan penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Pesan yang disampaikan pada kegiatan jalan sehat ini antara lain : antibiotik tidak dapat menyembuhkan penyakit karena infeksi virus seperti selesma, flu dan diare akut cair, semakin sering mengkonsumsi antibiotik maka akan semakin sering jatuh sakit, antibiotik hanya bisa menyembuhkan penyakit karena infeksi bakteri seperti TBC, infeksi saluran kemih, tiroid, radang tenggorok karena kuman streptokokus pada anak besar yang disertai demam tanpa batuk, dan jika digunakan berlebihan, bakteri akan bermutasi lalu merekapun menjadi KEBAL terhadap antibiotik.

Hal yang bisa dilakukan konsumen kesehatan ialah tidak berharap antibiotik dapat menyembuhkan semua penyakit karena antibiotik hanya untuk menyembuhkan penyakit karena infeksi bakteri, bertanya tiga hal ketika berkonsultasi ke dokter yaitu : masalah penyakitnya apa (diagnosa), apa yang harus dilakukan dan mengapa, kapan harus rawat inap dan kapan harus berobat kembali ke dokter. 



Pengalaman menarik yang dialami Mona Ratuliu yang juga seorang ibu dari tiga orang anak telah menjadi anggota milis sehat sejak 5 tahun yang lalu berawal dari twitter sesama artis yaitu widi mulia tentang home tretament ditambah anak keduanya yang sering sakit dibandingkan anak pertamanya, maka ia memutuskan untuk bergabung menjadi anggota milis sehat. Ketika anak keduanya sakit panas maka ia pun tidak langsung membawa ke dokter namun hanya memberikan obat penurun panas dan air putih yang banyak dalam 3 hari setelah melewati panas sang anak pun berangsur sembuh dan tetap sehat hingga kini. 

Memang tidak mudah untuk melepaskan diri dari ketergantungan antibiotik termasuk diri saya sendiri namun jika kita mau mencoba maka perlahan-lahan kita pun bisa sembuh dari penyakit tanpa harus meminum antibiotik serta beralih ke obat tradisional yang lebih alami dan tanpa efek samping.Website yang bisa kita akses agar bisa menjadi referensi sebelum ke dokter antara lain: www.bijak-antibiotik.com, www.milissehat.web.id, dan www.drugs.com

Comments

  1. minum antibiotik harus rutin, kalau blong sekali aja bisa kebal obat.. :D salam kenal mba

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Replynya disini mbak :D hehe.. kalau ke puskesmas sakit flu kenapa dikasih antibiotik melulu ya hiihi

      Delete
    2. iya mba karena masih banyak yang belum tahu... :D

      Delete
  3. Aksi yang keren semoga bisa tercapai targetnya....blogwalking salam kenal.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

ulasan film sokola rimba

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya