Ngemil Sehat Gula Darah Pun Terkontrol

Mendengar kata diabetes atau kencing manis maka saya akan teringat almarhum ayah saya yang meninggal karena komplikasi diabetes. Tentu sebagai anak saya khawatir jika terkena diabetes karena banyak orang menganggap penyakit diabetes ialah penyakit keturunan. Apalagi menurut orang di sekitar saya jika ayahnya sudah terkena diabetes maka kemungkinan terbesar maka anak perempuan juga akan terkena diabetes. Tentu ini bukan hal yang menyenangkan karena tidak ada orang yang mau terkena penyakit turunan. Untuk mencegah itu, saya sudah berusaha untuk menjalani gaya hidup sehat dengan tidak merokok, minum kopi, mengurangi makan yang manis, mengurangi makan di restoran cepat saji dan meluangkan waktu untuk berolah raga walaupun belum rutin. Namun saya akui kadang pola makan saya dan istirahat kurang teratur karena tuntutan pekerjaan yang tidak mengenal waktu.


Agar penyakit tidak datang di kemudian hari dan timbul penyesalan yang terlambat, maka perlu upaya pencegahan agar penyakit dapat diminimalisir. Beberapa kali saya mengecek gula darah, kolesterol dan asam urat hasilnya masih normal. Saya pun tidak puas dengan pemeriksaan saja namun ingin mengetahui lebih lanjut tentang diabetes dan bagaimana pencegahan serta penangan yang tepat dari ahlinya atau dokter langsung. Jika harus konsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka saya ingin bisa mendapat informasi dengan tepat namun dengan gratis atau biaya yang terjangkau.




Akhirnya keinginan saya terjawab, ketika saya menghadiri acara talkshow SOYJOY bersama RS Antam Medika dan Meetdoctor tanggal 23 April 2015. Dengan ikut dalam talkshow ini saya berharap bisa mengetahui dengan benar penyebab diabetes dan bagaimana pencegahannya. Talkshow ini diawali dengan penjelasan drg Aulia Yudha Prawira, SpPerio dampak penyakit diabetes melitus terhadap kesehatan rongga mulut. Diabetes melitus merupakan penyakit dimana metabolisme tubuh dimana hormon insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kadar gula darah yang normal ialah kurang dari 200 mg/dl sedangkan jika puasa ialah  > 126 mg/dl.




Gejala atau ciri yang dialami jika seseorang terkena diabetes antara lain : berat badan yang turun drastis, penglihatan yang sedikit kabur, mudah lelah dan mengantuk, dan sering merasakan kesemutan pada tangan dan kaki. Sedangkan dampak diabetes melitus yang terjadi pada rongga mulut ialah mulut kering, sariawan, gigi berlubang dan rasa mulut yang terbakar. Sering ditemui pasien yang sudah dalam kondisi parah baru berobat ke dokter gigi padahal harusnya sejak awal pasien memeriksakan dengan rutin dan merubah pola makan. Agar rongga mulut kita terhindar dari dampak diabetes melitus maka hal-hal yang bisa dilakukan ialah : kontrol rutin gula darah, memeriksakan gigi secara rutin, hindari merokok, jauhi stress dan perbaiki pola hidup, dan laporkan jika menderita diabetes sebelum melakukan perawatan gigi.

 \




Dengan info yang diberikan drg Aulia membuat saya lebih perduli dengan kesehatan rongga mulut dan menjaga pola makan yang seimbang agar tidak kerusakan gigi yang parah. Selanjutnya dr Tetty Ernawati Harefa menjelasakan lebih detail penyakit diabetes dan nutrisi yang tepat agar dapat mengontrol kadar gula darah. Ternyata menurut dr Tetty siapa pun dapat terkena diabetes tanpa harus keturunan karena menurut data 80 % orang dengan obesitas dapat terkena diabetes karena pola makan yang tidak teratur dan kurangnya olahraga, penyebab terbesar kedua yaitu merokok sebesar 44%, sisanya 40 % dari keluarga, 23 % depresi, 20 % hipertensi, dan 11 % dari penyakit gigi dan mulut. 





Diabetes sendiri dibagi menjadi dua tipe yaitu diabetes tipe 1 yang biasanya terjadi pada anak dan remaja dengan kadar insulin darah yang rendah dan berat badan yang kurus. Pengobatan yang disarankan pada diabetes tipe 1 ialah terapi insulin dengan disuntik, diet dan olahraga. Selanjutnya ialah diabetes tipe 2 yang terjadi di usia dewasa diatas 40 tahun dengan kadar insulin darah yang cukup tinggi dan berat badan yang gemuk. Pengobatan yang harus dilakukan untuk penderita diabetes tipe 2 ialah diet, olahraga, dan meminum obat dengan dosis tertentu.





Bagi penderita diabetes yang tidak dapat mengontrol gula darah dengan baik maka akan mengakibatkan komplikasi ke organ tubuh lainnya seperti, otak, jantung, mata, gigi dan mulut, kulit, saraf, dan ginjal. Maka timbul pula sebutan kalau "diabetes ialah ibu dari segala penyakit" karena dari diabetes bisa mengakibatkan penyakit parah lainnya dalam tubuh. Melihat fakta ini membuat saya khawatir tentang dampak diabetes namun perlu upaya agar diabetes dapat dikendalikan. 

Penyakit diabetes memang tidak bisa disembuhkan namun bisa dikendalikan atau dikontrol jika kita merubah pola hidup. Upaya yang dilakukan rumah sakit dan orang agar bisa mengendalikan diabetes antara lain dengan memeriksakan gula darah dan kolesterol secara rutin, rumah sakit pun sering mengadakan pemeriksaan gratis kepada warga sekitar agar orang lebih perduli tentang diabetes, melakukan edukasi seperti seminar atau talkshow agar bisa mengetahui bagaimana mencegahnya, pengaturan pola makan, olahraga yang teratur agar mengeluarkan hormon endorfin (rileksasi), lalu yang terakhir ialah meminum obat.


Pengaturan pola makan yang tepat agar dapat mengendalikan diabetes ialah dengan prinsip 3 J yaitu : jadwal makan, jumlah kalori dan jenis makanan. Komposisi zat gizi yang tepat agar jumlah kalori seimbang yaitu karbohidrat 45-65 % dari total asupan,  protein 15-20 % dari total kalori, dan lemak 20-25 % dari total kalori. Sumber protein bisa kita dapatkan dari hewani berupa daging rendah lemak, ikan, telur, ayam tanpa kulit dan nabati seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, dan kedelai. Kedelai memiliki manfaat yang bisa menghambat tekanan darah tinggi, mencegah obesitas dan menurunkan tekanan darah.



Menurut rekomendasi International Diabetes Foundation (IDF) makanan dengan low GI dianjurkan untuk mengontrol gula darah. Yang dimaksud dengan makanan low GI ialah jika dicerna dengan perlahan gula darah akan meningkat perlahan atau stabil, merasa kenyang lebih lama, dan porsi makan lebih sedikit atau tidak berlebih. Nah apakah jika kita memiliki diabetes tidak boleh makan cemilan enak dan harus puasa sepanjang hari?? Untungnya di Indonesia sudah ada SOYJOY makanan ringan yang terbuat dari kacang kedelai alami. Jika kita memakan SOYJOY maka akan dicerna perlahan oleh tubuh yang membuat gula darah stabil sehingga nafsu makan terkendali. SOYJOY merupakan snack yang mendapat sertifikasi low GI di Indonesia.

Ini berarti jika kita merasa lapar dan ingin makan cemilan tapi tidak ingin gula darah naik SOYJOY menjadi pilihan yang tepat. Beberapa rumah sakit di Jakarta, Bandung dan Surabaya telah mempercayakan SOYJOY sebagai snack diabetes. Waktu yang tepat untuk makan SOYJOY ialah jam 10.00, jam 15.00, dan jam 21.00. Jam tersebut biasanya kita merasa lapar namun tidak ingin makanan yang berat seperti nasi atau roti. Agar rasa SOYJOY lebih bervariasi kini hadir rasa baru yaitu pisang dan kacang. Kenapa harus memilih SOYJOY sebagai snack? Lihat video berikut yuk supaya tahu kenapa harus SOYJOY.




Setelah mendengar penjelasan mengenai diabetes dan dampaknya terhadap rongga mulut dari dr Aulia dan dr Tetty, peserta talkshow kemudian diajak bermain games Mitos atau Fakta oleh tim SOYJOY. Games ini selain mengajak peserta lebih interaktif juga memberikan informasi yang tepat agar tidak terjebak dalam mitos yang salah. Misalnya diabetes hanya penyakit turunan dan diabetes tidak boleh makan makanan ringan itu adalah mitos yang salah karena sudah ada fakta yang sudah dijelaskan oleh kedua dokter sebelumnya.





Games berikutnya ialah tantangan empat jengkal dalam mengukur lingkar pinggang untuk mengetahui apakah kita terkena gejala awal diabetes karena obesitas. Banyak orang menganggap perut buncit sama dengan gemuk padahal orang kurus pun bisa memiliki perut yang buncit. Tumpukan lemak di perut dapat menimbulkan berbagai macam penyakit salah satunya diabetes. Lingkar perut atau pinggang yang normal ialah empat jengkal tangan. Jika lebih dari itu maka kita harus mulai waspada.




Wah sebuah games yang tidak hanya menghibur tapi mengedukasi agar kita memiliki berat badan yang seimbang. Setelah talkshow selesai saya menyempatkan diri untuk memeriksakan tekanan darah dan gula darah dengan petugas RS Antam Medika yang ramah. Untungnya hasil tekanan darah dan gula darah saya masih dalam batas normal, namun tetap harus dijaga agar terbebas dari diabetes. Tidak sia-sia saya mengikuti talkshow ini, walaupun harus menempuh jarak yang lumayan jauh dari Cawang ke Pulogadung namun informasi yang saya peroleh bermanfaat dan bisa saya bagikan ke teman atau saudara agar bisa terhindar dari diabetes.



Kini tidak perlu khawatir lagi jika kita merasa lapar dan ingin mengendalikan nafsu makan dengan tepat maka SOYJOY solusinya. Dengan snack yang tepat yaitu SOYJOY gula darah dapat terkontrol dengan baik aktivitas pun tetap lancar





Comments

  1. serem juga yang penampakkan giginya itu .___.
    tapi sering ngantuk juga sih, karena begadang :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba makanya perlu rutin periksa ke dokter gigi, wah dikurangin dong begadangnya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

ulasan film sokola rimba

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya