Ingin Hidup Lebih Kaya?? Perbanyaklah Investasi

Semakin hari saya membaca berita di koran tentang melemahnya rupiah terhadap dolar, rasanya semakin pusing karena harga kebutuhan pokok yang semakin mahal. Dengan keadaan yang semakin sulit tentu bisa berdampak dua hal yaitu bagi orang yang bermental negatif akan cenderung putus asa, menyerah dengan keadaan dan menyalahkan pemerintah namun bagi yang bermental positif akan berusaha agar bisa bertahan hidup dengan mengoptimalkan potensi dalam dirinya, memperbanyak investasi atau tabungan dan terus mencoba walau sering gagal dalam usaha. 


Walaupun tidak mudah saya memilih untuk memiliki mental positif yaitu dengan meningkatkan skill, menambah relasi dalam usaha dan menambah investasi. Ternyata baru beberapa bulan terakhir saya baru menyadari kekayaan seseorang bukan dilihat dari banyaknya rumah, uang atau perhiasan yang dipamerkan tapi berapa banyak yang dia investasikan untuk masa depannya. Bagi orang Indonesia, melakukan investasi belum banyak dilakukan karena masih memiliki mental atau perilaku konsumtif atau gemar berbelanja. Lihat saja berapa banyak mall baru yang bertebaran di berbagai kota Jakarta dan sekitarnya. Jika ada mall baru dengan konsep baru dibuka, ribuan orang dengan mudahnya datang dan berbelanja jutaan bahkan puluhan juta dalam sehari.



Bayangkan jika uang puluhan juta tersebut diinvestasikan, maka dengan melemahnya rupiah masyarakat masih memiliki tabungan atau pendapatan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Hal ini makin membuat saya yakin ketika saya menghadiri acara Sun Life Blogger Gathering tanggal 1 Agustus 2015 di Cafe XXI Plaza Indonesia. Awalnya saya datang karena ingin bersilahturahmi dengan teman-teman blogger yang lain setelah mudik lebaran. Namun begitu menyimak dua pembicara penting baik dari ibu Elin Waty selaku Director and Chief Distribution Officer Sun Life dan mas Safir Senduk sebagai perencana keuangan profesional.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang keuangan sejak 1995 di Indonesia, Sun Life memiliki terus berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu Sun Life memiliki misi yang tidak sekedar memperoleh untung dari konsumen saja namun membantu nasabah mencapai kesejahteraan melalui kemapanan finansial. Salah satu upaya dalam mewujudkan misi tersebut dengan terus melalukan sosialisasi ke berbagai pihak mulai dari mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga dan blogger. Sun Life sendiri memiliki beberapa grup yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan bekerja sama dengan salah satu bank swasta dalam memasarkan produknya.




Setelah mendengar penjelasan profil Sun Life dari ibu Elin, selanjutnya saya ingin segera belajar dari mas Safir Senduk yang memiliki banyak pengalaman sebagai perencana keuangan. Pertanyaan pertama dari mas Safir yang mengagetkan banyak blogger ialah "Siapa yang paling kaya diantara tiga profesi yaitu karyawan, profesional, atau wirausaha?" suasana pun menjadi ramai karena banyak jawaban yang keluar dari masing-masing blogger. Ternyata yang paling tepat jawabannya ialah Yang Investasinya Paling Banyak. Jawaban ini ternyata diluar dugaan banyak orang karena banyak orang mengira orang yang paling kaya ialah orang yang memiliki gaji paling besar.


Menurut mas Safir seharusnya profesional bisa memiliki pendapatan lebih dari satu kali karena tidak tergantung pada kantor termasuk blogger, namun apakah para blogger sudah berinvestasi dengan tepat?? Nah ternyata ilmu dari mas Safir membuka pemikiran banyak orang termasuk saya karena orang yang kaya tidak dilihat dari tinggi jabatannya atau banyaknya barang konsumtif tapi tetapi dari investasi yang dimiliki. Wah ternyata bener juga ya pernyataan yang ini karena banyak orang di sekitar saya yang hidupnya sederhana tapi punya banyak bisnis dan investasi sehingga hidupnya selalu tercukupi.


Ternyata ada tipsnya supaya kita bisa menjadi orang kaya yaitu orang yang bisa menyisihkan pendapatannya untuk investasi. Tips yang pertama ialah miliki investasi sebanyak mungkin misalnya berupa emas, saham, deposito dan properti. Masing-masing investasi memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung kebutuhan dan dana yang dimiliki, namun untuk prospek di masa depan investasi berupa kos-kosan atau kontrakan akan menguntungkan karena harga tanah yang semakin mahal dan peminat untuk tinggal di tempat kos akan terus tinggi serta setiap bulan atau tahun kita bisa menerima pendapatan dari penyewa.


Tips kedua ialah ketahui boros anda dan kurangi secara perlahan-lahan. Bagi saya hal yang dulunya membuat pengeluaran kurang terkendali ialah membeli makanan baik di restoran maupun online karena saya suka mencoba makanan baru, Sekarang saya mencoba mengurangi frekuensi membeli makanan dalam satu bulan agar bisa menabung setiap bulannya. Penting bagi kita untuk mengendalikan keinginan dan bisa membedakan antara keinginan, kebutuhan dan kewajiban. Tidak dapat dipungkiri sebagai perempuan kadang khilaf dalam berbelanja apalagi kalau melihat iklan diskon atau sale di departemen store ternama.


Tips terakhir ialah menyisihkan pendapatan yang dimiliki ke dalam pos-pos penting sesuai persentasi agar bisa memiliki keuangan yang stabil setiap bulannya. Pos-pos penting tersebut antara lain cicilan utang 30%, tabungan dan investasi 10 %, premi asuransi 10 %, dan biaya hidup 50 %. Kebutuhan yang juga terbilang penting saat ini ialah asuransi, minimal asuransi kesehatan dan kecelakaan. Biaya pengobatan yang semakin mahal tentu harus dihindari dengan pola hidup sehat dan memiliki asuransi agar disaat kita membutuhkan biaya bisa terbantu dengan baik. Memiliki asuransi seperti halnya sedia payung sebelum hujan. Penting untuk memiliki dengan perusahaan yang sudah terbukti kinerjanya dan berprestasi yaitu Sun Life.


Wah sebuah ilmu baru bagi saya agar dapat mengelola keuangan dengan tepat, walaupun saya tidak bekerja tetap seperti pegawai kantoran lainnya. Namun bukan berarti jika memiliki penghasilan lebih, langsung dihabiskan untuk memenuhi keinginan yang kurang produktif. Apalagi banyak godaan menggiurkan seperti diskon atau sale diatas 50 % yang ternyata jika dihitung dengan benar diskon tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan yang diiklankan. Belum lagi promosi iklan setiap bulan untuk belanja dengan tema tertentu. Sebagai perempuan saya harus mulai menahan diri agar lebih banyak mengalokasikan dana untuk investasi yang produktif bukan berbelanja barang yang konsumtif.

Ternyata untuk menjadi kaya bisa dilakukan siapa saja asalkan bisa mengelola keuangan dengan bijak salah satunya dengan memperbanyak investasi bukan memamerkan barang pribadi di social media ke banyak orang. Sikap seperti itu menurut saya tidak perlu dicontoh, namun perlu mencontoh pengusaha sukses yang hidup sederhana tapi memiliki banyak investasi di berbagai negara dengan sukses. Yuk perbanyak investasi agar hidup kita lebih sejahtera di masa depan.

Comments

  1. Memang susah Mak mau investasi, abis keinginan buat pamer jauh labih tinggi...

    ReplyDelete
  2. iya mak mending hidup sederhana aja tapi banyak investasi hehehe :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

ulasan film sokola rimba

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya