Merayakan Dirgahayu Kemerdekan RI Dengan Menyantap Masakan Pulau Jawa

Sejak awal Agustus di berbagai tempat sibuk mempersiapkan berbagai acara untuk menyambut dirgahayu proklamasi kemerdekaan mulai dari lomba, pawai, pemasangan umbul-umbul sampai upacara bendera. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari cara warga dalam memeriahkan dirgahayu proklamasi kemerdekaan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta tanah air pada Indonesia salah satunya ialah menyajikan masakan Indonesia yang kaya akan bumbu rempah dengan sajian setara dengan masakan internasional. Salah satu hotel bintang lima di Jakarta Hotel Indonesia Kempinsi menyajikan masakan Indonesia dari berbagai daerah yang diwakilkan dalam lima pulau besar di Indonesia



Masakan yang disajikan mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. Setelah melakukan reservasi melalui email ke bagian marketing hotel Kempinski, saya berkesempatan datang bersama teman tanggal 17 Agustus 2015 saat jam makan siang. Sebuah kesempatan yang berbeda yang biasa saya lakukan, dimana di saat perayaan proklamasi biasanya dilakukan dengan upacara bendera dan berbagai lomba. Karena saya lahir dan besar di Semarang propinsi Jawa Tengah, maka ketika datang ke Signatures Restaurant di hotel Kempinski beberapa masakan dari berbagai daerah di pulau Jawa bukan makanan yang asing bagi saya. Namun keinginan untuk mencoba tetap ada, karena tidak semua masakan daerah dijual di Jakarta.

sumber : https://choromaster.files.wordpress.com/
Pulau Jawa sendiri merupakan pulau di Indonesia yang terluas ke 13 di dunia. Sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa untuk bekerja atau sekolah. Karena ibukota negara terletak di pulau Jawa dan infrastruktur yang lebih baik dan modern membuat jutaan orang dari berbagai pulau datang merantau dan menetap di pulau Jawa. Walaupun masakan di pulau Jawa beraneka ragam mulai dari jajanan pasar, makanan utama, dan hidangan untuk hajatan atau upacara adat, namun ada kesamaan yang menjadi ciri khas masakan pulau Jawa yaitu rasa manis dan tidak terlalu pedas. Biasanya masakan yang manis berasal dari Jawa Tengah, Jogjakarta dan sebagian Jawa Timur.

Jika dilihat dari sejarahnya, saat pemerintah Belanda memaksa para petani untuk menanam tebu dan kopi untuk diekspor, terdapat lebih dari seratus pabrik gula di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sawah yang sebelumnya ditanami padi beralih menjadi tebu sehingga masyarakat saat itu terbiasa menggunakan air perasaan tebu sebagai bahan masakan. Gaya hidup masyarakat pun berubah termasuk keluarga kerajaan Solo dan Jogjakarta yang terbiasa memasak makanan yang manis. Ciri itu pun tetap dipertahankan hingga sekarang, walaupun banyak masakan barat mulai masuk ke Indonesia namun masakan Indonesia tetap dicari dan dinikmati masyarakat.


Sebagai hotel bintang lima yang bertaraf internasional, hotel Kempinski ikut merayakan dirgahayu proklamasi dengan menyajikan masakan tradisional Indonesia yang diracik dan disajikan dengan mempertahankan resep asli masing masing daerah. Sebuah upaya yang patut diapresiasi agar untuk memperkenalkan masakan Indonesia ke tamu lokal dan internasional yang ada di Jakarta. Ketika saya dan teman datang ke Signatures Restaurant muncul sekilas memori tentang hotel bersejarah yang terletak di depan bunderan HI ini. Seingat saya hotel ini sering digunakan bung Karno untuk menjamu tamu penting dari mancanegara. Ternyata bukti sejarah itu pun masih disimpan hotel Kempinski dengan memajang foto bung Karno dengan beberapa tamu penting misalnya John F Kennedy dan Marlyn Monroe.


Bahkan sepeda ontel yang identik dengan kendaraan sejak sebelum Indonesia merdeka pun diletakkan di dekat pintu masuk. Di dalam restaurant tampak berbagai ornamen dari berbagai daerah menghiasi dinding atau meja beserta masakan pulau Jawa. Tampak hiasan berupa gunungan wayang, tempat untuk memikul barang dagangan yang terbuat dari kayu dan dilapisi batik, topeng, gubuk yang beratapkan jerami, topi yang biasa digunakan petani di sawah atau caping dan patung dengan kain batik. Semua ornamen itu tampak serasi dengan hidangan yang disajikan dan dengan dekorasi restaurant yang modern dan minimalis. Sebuah paduan yang menarik dari unsur tradisional dengan modern yang bisa memberikan kenyamanan baik tamu dari dalam dan luar negeri.



Untuk makanan Signatures Restaurant menyiapkan dengan lengkap mulai dari buah-buahan khas Indonesia, salad sayuran, menu utama khas Jawa seperti Tahu Guling Klaten, Tahu Campur Malang, Asinan Sayur Betawi, Rujak Buah, dan Urapan Sayur. Jika ingin mengenang jajanan tradisional masa kecil tersedia pula aneka jajajan pasar seperti Tape Uli, Kue Lapis, Bolu Kukus dan lainnya. Bagi tamu asing yang belum terbiasa dengan masakan Jawa Signatures Restaurant juga menyediakan menu internasional seperti Pizza, Sushi, Dimsum, Lasagna. Terdapat banyak pilihan baik menu tradisional Indonesia maupun menu internasional yang disajikan dengan rapi.


Bagi saya dengan menyantap masakan pulau Jawa di Signatures Restaurant Hotel Kempinski Jakarta, juga bagian dari merayakan dirgahayu kemerdekaan RI dan menunjukkan kecintaan terhadap resep masakan yang telah diwariskan secara turun temurun. Apalagi di beberapa dinding terdapat foto bung Karno membuat suasana proklamasi juga terasa karena seolah sang proklamator juga ikut hadir di restaurant ini. Setelah saya merasakan beberapa menu seperti salad, buah-buahan, nasi dan lauk serta kerupuk, Tahu Campur Malang, dan es krim, membuat saya bangga akan kekayaan bumbu rempah-rempah di Indonesia. Selain itu memudahkan saya mencoba berbagai makananan dari daerah yang berbeda tanpa harus bepergian ke luar kota.



Tak terasa dua jam berlalu, saya dan teman baru teringat akan ada acara lagi maka kami pun berpamitan kepada staf hotel yang ramah dan sigap dalam membantu tamu. Bagi saya pengalaman ini merupakan sesuatu yang unik dan membuat saya bangga karena masakan tradisional bisa disajikan setara dengan masakan internasional di hotel bintang lima di Jakarta. Selamat atas kerja keras tim hotel Kempinski dan terima kasih juga telah memberikan kesempatan para blogger datang dan merasakan masakan pulau Jawa yang disajikan dengan indah. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan dengan tema yang berbeda agar bisa meningkatkan reputasi masakan tradisional asal Indonesia.





Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba