Pentingnya Mengajarkan Pada Anak Menghadapi Orang Tak Dikenal

Banyaknya kasus penculikan dan kekerasan yang menimpa pada anak dibawah umur baik di Indonesia maupun di luar negeri membuat banyak pihak merasa takut, resah atau khawatir terutama para orang tua dan pemerhati anak. Apalagi bulan lalu ada berita kasus penculikan dan pembunuhan anak di Bali yang menjadi sorotan berbagai pihak. Walaupun saya belum memiliki anak, namun saya juga prihatin dengan kasus tersebut dan berharap agar anak-anak Indonesia mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah. 


Ketika saya menghadiri kelas parenting dengan tema "Is Stranger Danger" tanggal 3 September 2015 di Conclave Jakarta. Pada kelas yang dihadiri para orang tua dan pemerhati anak, Tiga Generasi selaku penyedia layanan psikologi dan kesehatan mengajak orang tua juga belajar untuk memperkuat keluarga Indonesia. Tiga generasi telah rutin mengadakan diskusi rutin bagi orang tua dengan tema #OrtuBelajar. Tema kali ini menghadirkan psikolog anak mba Anna Surti Ariani atau yang lebih diakrab mba Nina.



Ternyata menurut data mengenai kasus penculikan anak, sekitar 1000 anak terpisah dari orang tua setiap hari dan kabar baiknya berkat perkembangan teknologi sebagian besar anak berhasil ditemukan. Menurut data komnas anak sendiri sejak 2010-2014 terdapat 472 kasus yang terjadi pada anak baik anak hilang, penculikan bayi maupun penelantaran anak. Sedangkan di tahun 2015 enam bulan pertama terdapat 40 kasus. Kemudian yang menjadi pertanyaan banyak orang termasuk saya siapakah pelaku penculian anak? Tanpa diduga pelaku penculikan anak ialah keluarga atau orang yang dikenal sebagian besar karena kasus perceraian atau kasus perebutan hak asuh.


Bagi orang tua penting untuk mengajarkan kapan boleh berbicara dengan orang yang belum dikenal atau tidak boleh. Bagi anak waktu yang tepat untuk berbicara dengan orang yang dikenal antara lain ketika bersama orang tua, ketika dikenalkan orang tua kepada orang lain, ketika disebutkan itu adalah kenalan orang tua dan jika membayar kepada kasir atau pelayan. Jika anak sedang tidak bersama orang tua, maka orang yang boleh diajak bicara bagi balita antara lain guru atau orang tua yang membawa anak. Sedangkan untuk anak diatas empat tahun bisa bertanya kepada satpam atau petugas yang berseragam,penjaga pantai, dan kakek atau nenek. Agar anak bisa mengenali satpam atau petugas lainnya bisa dengan cara yang menyenangkan misalnya dengan bermain menghitung jumlah satpam sehingga memiliki gambaran yang tepat tentang satpam.


Hal lainnya yang penting bagi orang tua ialah mengajarkan untuk menolak pemberian dari orang yang belum dikenal seperti permen, cokelat, atau mainan dengan sopan. Jika anak ingin barang tersebut maka harus ijin ke orang tua terlebih dahulu sebelum menerima. Selain menolak barang yang disukai anak-anak, penting juga menolak pemberian binatang kepada anak agar bilang terlebih dahulu ke ibu atau mama sebelum menerima. Selain memberikan tips penting bagi orang tua, cara kelas parenting pun ada simulasi bagaimana cara mengajarkan untuk berani menolak ajakan orang asing pada anak.



Jika selama ini ketika mengunjungi mall atau taman saya melihat anak kecil yang memakai baju yang terdapat nama anak tersebut, ternyata hal tersebut harus dihindari bagi orang tua. Alasannya ialah ketika ada orang lain memanggil nama si anak, maka anak akan merespon dengan senang karena merasa dikenal. Tips lain yang sebaiknya jangan dilakukan para orang tua ialah mengatakan pada anak untuk menghindari orang yang berpakaian compang-camping padahal belum tentu orang yang berpakaian kurang bagus berniat jahat. Justru sekarang penculik berpenampilan rapi yang kadang tidak kita duga. Ketika sedang berjalan dengan anak, pastikan anak selalu berada di dekat orang tua dan hindari berjalan sambil memainkan gadget.



Kalaupun terjadi sesuatu yang di luar rencana seperti terpisah dengan anak, maka hal yang perlu dilakukan antara lain panggil keras namanya, segera cari staf toko atau satpam dan jelaskan situasinya, tunjukkan foto anak, dan jelaskan identitasnya seperti nama dan ciri-cirinya. Ajak anak juga untuk waspada jika ada orang yang terlalu akrab padahal tidak kenal, menyentuh bagian pribadi, memegang senjata tajam. Sesekali berlatih dengan anak seolah-olah ada orang dewasa yang mengajak anak pergi tanpa ijin agar anak terbiasa menolak dan melawan jika ada orang yang belum dikenal mendekati. Pentingnya latihan adalah agar anak berani mengambil sikap, karena kalau nasihat kurang berdampak pada anak dan hanya bersifat satu arah.



Tak terasa kelas parenting pun selesai, saya pun mendapat banyak info penting yang bisa saya sebarkan ke orang di sekitar saya yang telah memiliki anak. Ternyata sebagai orang tua pun harus banyak belajar mengikuti perkembangan agar bisa memperkuat ketahanan keluarga. Selain mengajarkan pada anak, ternyata perkembangan teknologi kini juga mendukung agar orang tua agar mengetahui keberadaan anak. Merespon kebutuhan orang tua di kota-kota besar, Devond Technology mengeluarkan jam tangan yang diberi nama BipBip watch. Jam tangan ini memiliki kombinasi GPS, GSM dan sinyal Wifi yang memberikan informasi keberadaan anak dengan akurat. Jam tangan ini ramah lingkungan karena terbuat dari silikon yang aman dan tersedia empat pilihan warna yang menarik yaitu yippie tosca, sunshine yellow, toast blue dan happy pink.



Wah untung sekarang sudah ada teknologi yang memudahkan orang tua, namun tetap saja peranan orang tua tetap penting untuk mengajarkan dan melindungi anak-anak dari tindakan kriminal. Semoga saja kelas parenting ini bisa rutin diadakan dan melibatkan banyak komunitas agar orang tua di Indonesia bisa melindungi anak-anak dibawah umur.






Comments

  1. Wah bermanfaat banget ya mbk nisa dengan adanya kelas parenting :)

    ReplyDelete
  2. iya mas jadi belajar melindungi anak-anak :)

    ReplyDelete
  3. anak2ku sudah besar sekarang, tapi tetap aja aku selalu khwatir kalau jauh dari mereka dan mengingatkan mereka harus selalu waspada dengan orang asing. Thanks tips2 nya ya Nisa...

    ReplyDelete
  4. Nice share, Mak. Emang harus selalu diajarkan waspada sejak dini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak semoga berguna ya artikel nya :)

      Delete
    2. iya mak semoga berguna ya artikel nya :)

      Delete
  5. Bermanfaat banget yaa tips tips seperti ini. Andai dibuat lebih sering

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

Dorong Motivasi Diri Untuk Memiliki Rumah Tanpa Hutang