Menjelajah Keragaman Indonesia Dengan Komunitas Indonesia Diversity

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13 ribu pulau lebih, garis pantai sepanjang 95.181 km dan seribu lebih suku bangsa yang menempati berbagai pulau dengan sekitar 746 bahasa daerah maka Indonesia memiliki keragaman yang unik dibandingkan negara lain. Apalagi ditambah berbagai upacara adat dari berbagai suku dan rangkaian pegunungan api dari Sabang sampai Merauke membuat kekayaan alam dan budaya tidak akan cukup diceritakan dalam bentuk narasi saja. Jika dilihat dari kekayaan flora dan fauna yang ada, Indonesia memiliki jenis yang beraneka ragam. 

Melihat keragaman Indonesia yang ada, kini mulai bermunculan berbagai komunitas travelling atau liburan yang mengeksplor kekayaan alam dan budaya serta blogger yang menceritakan keindahan Indonesia melalui tulisan yang bisa dibaca jutaan orang di Indonesia bahkan hingga orang asing yang belum pernah ke Indonesia. Dengan banyaknya informasi yang disebarkan melalui media sosial tentang kekayaan dan keragaman Indonesia membuat orang yang sebelumnya belum tahu menjadi ingin mengunjungi tempat wisata yang masih alami dan bersih. Saya sendiri ketika masih menjadi pelajar di sekolah menganggap liburan yang berkesan dan keren itu di luar negeri karena sering mendengar cerita teman atau saudara akan obyek wisata yang bersih dan rapi. Namun setelah banyak film, travel blogger yang menceritakan kekayaan alam dan budaya di Indonesia membuat saya kini lebih tertarik liburan di dalam negeri dibandingkan ke luar negeri.

Bapak Abidin Riyadi Abie
Bukan sekedar masalah biaya yang lebih mahal, namun justru saya merasa kagum dengan turis asing yang lebih mengenal Indonesia daripada orang Indonesia sendiri. Hal ini lah yang membuat saya memiliki impian untuk menjelajah berbagai pulau di Indonesia dan membuktikan bahwa liburan Indonesia juga bisa lebih berkesan dibandingkan ke luar negeri. Melihat banyaknya orang yang mulai sadar dan peduli dengan keragaman yang ada di Indonesia, Toyota Astra Finance meluncurkan program Indonesia Diversity pada tanggal 25 Oktober 2015 yang juga bertepatan dengan ulang tahun ke 10. Indonesia Diversity merupakan bentuk kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) Toyota Astra Financeyang mempromosikan keragaman Indonesia ke dalam dan luar negeri.



Agar merasakan dan melihat keragaman yang ada di Indonesia, sebanyak tujuh belas tim telah menjelajah tujuh belas destinasi di Indonesia. Siapapun bisa ikut bergabung dalam komunitas Indonesia Diversity dengan mendaftar melalui situs www.indonesia-diversity.id dan ikut berbagai pengalaman berkeliling Indonesia. Jika ingin melakukan perjalanan namun masih bingung merencanakan perjalanan ada pula informasi yang bisa membantu kita membuat rencana perjalanan yang tepat. Pada situs www.indonesia-diversity.id tersedia pilihan minat ketika berlibur mulai dari seni dan budaya, kuliner, petualangan, upacara atau kegiatan adat dan berinteraksi langsung dengan satwa yang hidup di alam Indonesia.


Saat peluncuran komunitas Indonesia Diversity di Ice Palace Lotte Shopping Avenue Kuningan, diisi berbagai kegiatan menarik yang diawali tarian daerah Indonesia kemudian dilanjutkan  talkshow dengan narasumber Yovita Liwanuru sebagai mantan presenter acara Jejak Petualan dan Miss Scuba Diver, Elok Dyah Meswati sebagai travel blogger dan writer, dan Arbain Rambey fotografer profesional Kompas yang berpengalaman memotret selama puluhan tahun. Pada talkshow ini masing masing pembicara berbagi pengalaman ketika menjelajah Indonesia dan berbagi tips bagi tamu yang hadir jika ingin melakukan perjalanan ke daerah di Indonesia.


Pengalaman unik yang dialami Yovita ketika mengunjungi daerah Indonesia Timur ialah sering disuguhkan minuman kopi dan setelah diminum sampai habis terus ditambah oleh pemilik rumah hingga perut terasa kembung. Tips yang diberikan oleh Yovita ialah jika disuguhkan minuman dan tidak ingin terlalu banyak minum maka cukup meminum setengah gelas saja. Sedangkan pengalaman mba Elok memulai perjalanan keliling Indonesia mulai dari SD yang sering berlibur ke tempat nenek di Jogjakarta hingga saat ini membuatnya menjadi jurnalis dan penulis buku yang sudah banyak diterbitkan penerbit ternama di Indonesia. 

Tips menulis kisah perjalanan dari mba Elok bagi siapapun yang ingin berlibur antara lain :
  • Tentukan apa yang akan ditulis. Bisa berupa destinasi, keindahan alam, kebudayaan, kondisi masyarakat, dan hal-hal yang menarik perhatian misalnya acara tahunan yang diadakan di sebuah kota.
  • Gali informasi sebanyak mungkin yang ingin ditulis bisa melalui wawancara atau riset dan memotret yang membantu mengingat kembali perjalanan yang telah dilakukan.
  • Setelah menulis cerita penting untuk membaca kembali dan mengedit tulisan untuk menghindari kesalahan penulisan.agar bisa memperoleh penilaian apakah tulisan kita sudah layak, kita bisa meminta teman untuk membaca ulang tulisan kita.
  • Ketika mengirimkan tulisan ke media massa, sebaiknya tidak mengirimkan sekaligus ke beberapa majalah atau koran. Kirimkan tulisan ke majalah/koran pilihan jika belum bisa dimuat bisa mengirimkan media lainnya untuk menghindari blaklist dari media massa. 

Selanjutnya pengalaman dan tips yang menarik dari fotografer yang saya kagumi karena hasil fotonya di Kompas yang saya baca sudah lama selalu bisa menampilkan sisi yang berbeda dari fotografer lainnya. Berikut tips memotret ketika liburan dari mas Arbain Rambey :
  • Untuk menghasilkan potret alam yang bagus bukan bagaimana caranya namun kapan saat yang tepat. Jika ingin hasil yang maksimal sebaiknya bangun lebih pagi dan memotret dibawah jam delapan pagi. 
  • Memotret pemandangan statis seperti sawah, gunung, pantai bisa menggunakan kamera smartphone karena objek yang tidak bergerak.
  • Memotret dengan kamera auto atau manual hasilnya sama saja karena yang menentukan ialah dimana posisi kita saat memotret dan waktu memotret.
  • Sebelum melakukan perjalanan dan memotret lebih baik membayangkan foto yang akan diambil seperti apa atau memvisualisasikan sehingga tahu objek apa yang akan difoto.
  • Cari ide foto sebelum berlibur baik itu dari internet, majalah atau koran agar bisa mendapatkan hasil yang sama dengan foto yang sudah ada atau yang belum pernah ada.
  • Tidak perlu takut dengan olahan digital karena semua foto pasti membutuhkan olahan digital agar lebih baik ketika akan dijual ke sebuah perusahaan.

Wah sebuah tips yang baru dan bermanfaat bagi saya, karena selama ini saya memotret secara spontan ketika sudah sampai di tempat tujuan. Ternyata penting juga untuk mencari ide foto sebelum melakukan perjalanan ke suatu tempat. Saya mendapat banyak info penting baik itu menulis, bersikap dan memotret ketika melakukan perjalanan di Indonesia atau di luar negeri. Ada banyak hal yang perlu disiapkan baik itu fisik, mental, pengetahuan dan peralatan agar bisa memiliki pengalaman berlibur yang berkesan.


Di akhir acara peluncuran komunitas Indonesia Diversity, ada pembacaan puisi dari foto-foto yang berasal dari suku atau masyarakat di Indonesia. Senang bisa menjadi bagian peluncuran komunitas Indonesia Diversity karena bisa mengenal keragaman yang ada dan ikut berbagi pengalaman ketika mengunjungi kota di Indonesia. Ingin bisa liburan gratis ke Flores? yuk daftar dan bagikan cerita dan foto yang berkesan di Indonesia karena akan ada hadiah bagi lima orang member Indonesia Diversity liburan gratis di akhir tahun. 

Comments

  1. pembeicaranya kece semuanya...apalagi arbain rambey \o/
    jadi tahu motret yang ideal jam 8 pagi ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya arbain rambey emang keren fotonya, sebelum jam 8 pagi lebih bagus hasilnya :)

      Delete
  2. aseeggg...dpet ilmu ketje, makasih ya mbk

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. daftarnya ke situs www.indonesia-diversity.id

      Delete
  4. Keren, nambah pengetahuan untuk mencari ide buat foto :) Sekalian daftar ahh...siapa tau dapat hadiahnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya selamat mendaftar ya semoga beruntung :)

      Delete
  5. Memang, ada rasa malu ketika orang asing lebih kenal Indonesia drpd kita sendiri. Juga kebanyakan orang lokal hanya sekedar pengen foto di tempat yg dikunjungi tanpa mau tau apa sejarah atau keunikan lain dr tempat itu.

    Btw nice info mba, semoga bisa memperkaya pengetahuan pelancong2 lokal (y)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

Kulit Sehat Dan Bersinar Dengan Bahan Alami Gizi Super Cream