Peluang Untuk Wanita Indonesia Bersama Uber Taksi

Di era emansipasi wanita saat ini, banyak pekerjaan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan pria kini bisa dikerjakan pula oleh wanita. Wanita Indonesia kini memiliki banyak kesempatan untuk bekerja dan berkarya sesuai dengan kemampuannya. Dulu ketika saya masih anak-anak, saya melihat pekerjaan tertentu seperti arsitek, presiden, menteri dan sopir taksi hanya bisa dilakukan oleh pria. Namun sekarang hampir semua profesi bisa dilakukan pula dengan baik oleh wanita. 


Keterbukaan informasi, semakin banyaknya kesempatan menempuh pendidikan dan kemauan untuk berubah membuat wanita Indonesia semakin mandiri dan sukses. Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk di kota-kota besar di Indonesia, masyarakat membutuhkan transportasi umum yang aman dan nyaman. Maka taksi menjadi pilihan yang tepat karena bisa mengantar di dalam mobil tanpa kehujanan dan kepanasan. Selain nyaman penumpang juga membutuhkan rasa aman ketika menggunakan taksi. 

Dengan banyaknya kasus kriminal yang terjadi pada taksi, baik penumpang yang diserang oleh komplotan penjahat atau supir yang diserang oleh penumpang tak dikenal, maka perusahaan taksi dituntut bisa memberikan rasa aman baik pada penumpang atau sopir. Maka salah satu perusahaan aplikasi di bidang transportasi asal Amerika Serikat yaitu Uber Taksi memberikan inovasi agar penumpang bisa mengetahui sopir yang akan menjemput dan berbagi posisi kendaraan dengan keluarga atau teman terdekat. 


Jika dari sisi tarif atau harga, Uber lebih murah dibandingkan dengan taksi lainnya karena untuk untuk start penumpang akan membayar Rp 3.000, kemudian Rp 2.000 per km dan Rp 300 per menit jika kondisi lalu lintas sedang macet. Saat ini Uber sudah hadir di tiga ratus kota di lebih dari lima puluh negara termasuk di Indonesia. Nah sebagai kota yang cukup padat penduduknya Uber pun kemudian memilih Jakarta untuk melebarkan pasar dan memberikan kesempatan pekerjaan kepada 20.000 lebih sopir. Termasuk pengemudi wanita. 


Kesempatan untuk bertemu langsung pengemudi wanita Uber Taksi bisa terwujud ketika saya dan teman teman blogger mengadiri temu komunitas di Kinara Resto tanggal 10 November 2015. Walaupun masih baru di Indonesia, Uber Taksi terus meningkatkan pelayanan dengan rata-rata waktu penjemputan penumpang sekitar sembilan menit. Jika ada keluhan dari penumpang maka akan segera ditanggapi oleh pihak Uber termasuk kehilangan smartphone yang akan bisa ditemukan dari data yang bisa dilacak. 

Saat ini banyak sopir Uber yang bekerja paruh waktu dengan menggunakan mobil Toyota Avanza, Innova dan Suzuki Ertiga. Siapapun bisa bergabung menjadi sopir Uber dengan dua cara yaitu melalui rental mobil yang sudah menjadi partner Uber atau dari rental mobil yang dimiliki sendiri. Tak lengkap rasanya jika tidak mendengar pengalaman langsung dari dua sopir wanita Uber yang bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang. 

Sopir pertama yang berbagi pengalaman ialah mba Lidya Hutapea yang sebelumnya bekerja sebagai wartawan. Kenal Uber pertama kali dari pemilik rental yang awalnya hanya menerima pendapatan bersih satu juta rupiah per minggu. Kini setelah empat bulan ikut dengan rental, ia memiliki rental mobil sendiri dan bisa memperoleh pendapatan 1,5 – 2 juta per minggu. Awal ia menjadi sopir Uber karena mengalami kesulitan ekonomi dan memiliki cita-cita bisa membawa ibunya pergi ke Yerusalem untuk ibadah. 

Suka duka yang ia alami selama menjadi sopir Uber antara lain pernah mengantar penumpang yang ganteng dan artis dan sering dimarahi oleh penumpang. Semua ia jalani dengan sabar dan fokus. Lain halnya dengan mba Santi yang sebelumnya bekerja sebagai konsultan keuangan dan pemilik rental. Awalnya ia hanya melihat sopirnya bekerja dan memberikan komisi namun ia pun memiliki keinginan menjadi sopir agar bisa memiliki pendapatan lebih dan membayar cicilan mobil. 

Selama hampir satu tahun bekerja, ia pun berusaha menghargai kerja keras para sopir dengan memberikan gaji dan bonus yang layak. Melihat dan mendengar pengalaman mereka berdua membuat saya kagum akan semangat untuk bekerja walaupun harus berada di jalan berjam-jam. Saat ini sudah tersedia enam ribu armada dan puluhan ribu sopir yang ada di Jakarta. Walaupun masih terkendala dengan pembayaran kartu kredit, namun pihak Uber sedang berupaya agar bisa bekerja sama dengan lebih banyak bank di Indonesia agar bisa mempermudah pembayaran dengan kartu debit. 

Sebuah pengalaman dan kisah inspiratif dari dua sopir wanita yang menjadi mitra Uber, dan membuktikan bahwa mereka pun bisa sama suksesnya dengan sopir pria. Hal ini tidak lepas dari kesempatan yang diberikan Uber Taksi agar wanita bisa memiliki kesempatan memiliki karier dan pendapatan yang setara dengan pria. Nah kini peluang bagi wanita semakin bertambah untuk menambah penghasilan, jika sudah bisa menyetir dan memiliki SIM A maka bisa mendaftar dan menjadi sopir Uber. Tidak perlu minder atau takut karena sudah ada bukti bahwa wanita pun bisa. Jika ingin menambah pemasukan dan bekerja paruh waktu bisa segera mendaftar di www.uber.com

Comments

  1. Sering dengar tentang Uber Taxi, dan postingan ini memberikan gambaran yang lebih jelas. TFS, Mba. :) Makin banyak peluang nih untuk para wanita Indonesia. Salam sukses selalu. :)

    ReplyDelete
  2. Baru kali ini denger soal Uber taxi. Makasih infonya,. :D

    ReplyDelete
  3. Halo. Apakah ada nomer yang bisa saya hubungi ? Saya ingin menulis lebih dalam tentang tema ini. Terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
  4. Hi mbak Nur, maaf kalau boleh tau sebagai sopir wanita apakah sering terjadi penolakan jika calon penumpangnya sudah mengetahui kalau sopirnya wanita? dikarenakan saya berniat menjadi sopir uber juga tetapi masih ragu apakah bisa. Kalau bisa saya juga ingin minta nomor yang bisa dihubungi, terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh setahu saya tidak pernah ada penolakan karena beberapa kali saya bertemu dengan sopir wanita. dan untuk menjadi sopir uber bisa mendaftar di website uber secara resmi terima kasih :)

      Delete
  5. Saya tertarik jd supir uber. Tapi sebagai wanita saya ragu karna takut. apakah mba pernah mengalami hal2 yg tak menyenangkan dr penumpang?

    ReplyDelete
  6. mba apakah ada komunitas driver wanita uber? kalo ada mau dong gabung mba makasih

    ReplyDelete
  7. saya kurang tahu coba kontak cs ubernya mba :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

Dorong Motivasi Diri Untuk Memiliki Rumah Tanpa Hutang