Mari Cegah Dan Sembuhkan Penyakit TB Hingga Tuntas

Salah satu masalah utama kesehatan masyarakat yang masih banyak diderita ialah penyakit Tuberkulosis atau TB. Bahkan di tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia jumlah penderita TB terbanyak setelah Cina dan India. Melihat kenyataan seperti ini menjadi tanggung jawab bersama agar penyakit TB bisa dicegah dan diobati sehingga tidak menular pada orang lain. Untuk bisa mencegah perlu adanya sosialisasi yang menyeluruh kepada seluruh lapisan masyarakat dimulai dari pengenalan, gejala, hingga cara mengobati dengan benar.


Salah satu upaya sosialisasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan melalui SUBDIT TB bekerjasama dengan Biro Komunikasi Publik dan Pelayanan Masyarakat ialah melibatkan blogger agar bisa memperoleh informasi dengan benar dan menyampaikannya ke masyarakat luas. Workshop tersebut diadakan pada 22 Maret 2016 di kantor Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan RI. Walaupun pada hari tersebut sedang ada demo besar-besaran dan sempat menimbulkan kekhawatiran, saya tetap memutuskan untuk datang karena ingin mendukung hari TB Sedunia.


Sekitar jam 12 siang saya tiba lalu menuju ke ruang Arslonga untuk registrasi ke panitia. Begitu saya tiba belum banyak blogger yang datang, saya pun memilih untuk makan siang dan sholat terlebih dahulu. Satu jam kemudian blogger yang datang sudah banyak dan acara siap untuk dimulai. Penjelasan mengenai penyakit TB dimulai dari Dr Asik Surya yang saat ini bekerja di Subdit TB Kemenkes. Hari TB sedunia diperingati karena dr Robert Koch menemukan kuman penyebab TB pada tanggal 24 Maret 1882. Di tahun 1905 beliau menerima Nobel di bidang kesehatan atas usahanya tersebut.


Penyakit TB sendiri bukanlah kutukan namun disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang sebagian besar menyerang paru-paru, tetapi bisa juga menyerang organ atau bagian tubuh lainnya misalnya tulang, otak, kulit dan lain-lain. Siapa pun bisa terkena TB mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang bisa disembuhkan apabila diobati hingga tuntas. Media penularan TB ialah udara yang bersumber dari dahak orang batuk yang mengandung kuman. Jika sudah terjangkit TB, maka untuk pengobatan butuh waktu berbulan-bulan untuk berobat dan harus konsisten sampai sembuh agar tidak menjadi kebal terhadap obat.


Melihat kondisi di masyarakat, pemerintah tidak tinggal diam dengan menanggulangi secara aktif. Terbukti persentasi keberhasilan pengobatan TB di Indonesia mencapai 90 % sisanya 10 % karena pasien tidak melanjutkan pengobatan karena meninggal atau pindah. Setiap tahun rata-rata pasien yang berobat sekitar 300.000 baik di rumah sakit atau puskesmas. Dengan adanya fasilitas BPJS dari pemerintah masyarakat semakin mudah untuk memeriksakan diri dan berobat karena gratis.


Di tahun 2016 ini, pemerintah melakukan inovasi dengan melibatkan masyarakat untuk waspada dan mendukung pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Sesuai dengan tema global penanggulangan TB, Indonesia memilih tema "Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas TB" menjadi gerakan Temukan Obat Sampai Sembuh atau TOSS TB. Dengan adanya inovasi ini bisa memotivasi pemerintah daerah agar mengalokasikan dana yang cukup untuk penanggulangan dan memberdayakan masyarakat dan pasien TB agar lebih perduli dengan kesehatan.


Setelah mendengar penjelasan Dr Asik, teman blogger yang tadinya serius menjadi antusias untuk bertanya mengenai TB. Selanjutnya agar lebih mengenal seperti apa penyakit TB, Dr Telly Kamelia sebagai konsultan Pulmonologi menjelaskan gejala, kategori dan apa saja yang perlu dilakukan. Gejala utama penderita TB ialah batuk selama 2-3 minggu yang bisa bercampur darah, sesak nafas, badan lemas dan nafsu makan menurun.


Untuk memastikan harus diperiksa di dokter dan memeriksa dahak ke laboratorium. Jika dahulu penderita TB umumnya bertubuh kurus, kini bisa saja pasien bertubuh gemuk karena pola makan dan gaya hidup. Bagi penderita yang sudah meminum obat dalam jangka waktu yang lumayan lama terkadang jenuh atau merasa sudah sembuh sehingga berhenti minum obat. Padahal penyakit itu belum sembuh dan membuat pengobatan menjadi lama karena tubuh menjadi kebal terhadap obat.


Sebelum selesai, kita sebagai masyarakat awam bisa mendukung gerakan TOSS TB melalui media sosial. Jumlah pengguna media sosial baik itu facebook atau twitter yang terus meningkat di Indonesia, membuat kampanye harus dilakukan terpadu baik itu offline maupun online. Pertama buka situs http://twibbon.com/support/toss-tb lalu pilih akun facebook atau twitter untuk menambahkan logo hari TB sedunia di foto profil kita. Foto profil pun akan berubah dan follow juga akun @TBIndonesia agar bisa menyebarkan dukungan kita melalui twitter dan facebook. Tambahkan juga #sayapeduliTB #TOSSTB #stopTBdimulaidarisaya # UniteToEndTB.


Saat ini orang lebih banyak menggunakan internet untuk mencari informasi salah satunya melalui media sosial. Masyarakat pun banyak yang membagikan informasi di media sosial dan membuat orang lain menjadi percaya. Dengan membagikan foto dan informasi di media sosial akan membantu orang lain memperoleh informasi yang tepat dan mengobati penyakit sampai sembuh.





Comments

  1. wih, serem banget ya, mak. batuk selama 2-3 minggu ga kebayang gimana rasanya. kadang batuk 3 hari aja sakit banget ga bisa makan. semoga kita sekeluarga selalu sehat ya, mak. dihindarkan dari penyakit berbahaya. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba