Mari Tingkatkan Produktivitas Dengan Dukung Indonesia Bebas Anemia

Agar dapat meningkatkan produktivitas kerja, harus didukung dengan tubuh dan stamina yang fit. Jika stamina kurang fit maka konsentrasi akan berkurang, tubuh mudah lemas dan mudah capek. Salah satu penyebab fisik yang kurang fit adalah anemia atau kurang darah. Dari survey yang dilakukan Asian Development Bank (ADB) tahun 2012, sekitar 22 juta anak Indonesia mengalami anemia dan menurut survei Kesehatan Rumah Tangga 2001 40 % wanita subur juga mengalaminya.



Melihat data dan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia, salah satu produsen farmasi internasional PT Merck dengan salah satu produknya Sangobion meluncurkan gerakan Indonesia Bebas Anemia. Peluncuran gerakan ini dilakukan pada 16 Maret 2016 di Hotel JS Luwansa Jakarta. Karena saya sering merasa lemas saat menstruasi dan sering ditolak jika ingin donor darah, maka saya datang agar bisa mendapatkan informasi yang tepat.


Sebelum acara dimulai saya mendatangi booth di pojok ruangan karena ingin mengecek kemungkinan resiko anemia. Hal pertama yang dilakukan ialah menjawab berbagai pertanyaan misalnya apakah mengalami kesulitan konsentrasi dan seberapa sering mengalami mudah lelah, letih dan lesu. Dari 10 pertanyaan jawaban saya masih relatif normal atau resiko rendah. Tahap selanjutnya ialah melihat bagian bawah kelopak mata yang kemudian dicek dengan anemiameter.


Hasil skor saya dari kedua pengecekan sebelumnya ialah 8 yang masih dalam kategori normal. Tak lama acara pun dimulai yang diawali dengan penjelasan DR Dr Yustina Anie Indriastuti wakil ketua PP PDGMI. Ibu Anie pun menjelaskan pengertian anemia dimana kondisi tidak sehat yang menunjukkan kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Untuk wanita subur dan ibu tidak hamil apabila kadar hemoglobin kurang dari 12 maka tergolong anemia. Hemoglobin sendiri merupakan suatu zat di dalam sel darah merah untuk mengikat oksigen dan mengantarkan ke seluruh tubuh.


Gejala yang umumnya menandakan seseorang mengalami anemia antara lain 5 L (lemah, letih, lesu, lelah dan lalai), mata berkunang-kunang, mudah capek, mudah mengantuk, dan sulit konsentrasi. Yang menyebabkan seseorang bisa terkena anemia antara lain rendahnya asupan zat gizi, pendarahan, malaria, dan menderita Thalasemia atau kelainan darah secara genetik. Di Indonesia sebagian besar orang yang mengalami anemia disebabkan kekurangan zat besi. Alasannya karena kurang mengonsumsi makanan kaya sumber zat besi. Kebanyakan orang Indonesia memakan zat besi nabati yang tidak mudah diserap oleh tubuh. Akibatnya penduduk Indonesia memakan zat besi yang lebih rendah dari kebutuhan.


Bahan makanan yang banyak mengandung zat besi yaitu protein hewani seperti ikan, ayam, daging sapi, dan daging kambing, serta sayuran seperti bayam, kangkung dan daun singkong. Agar zat besi mudah diserap tubuh sebaiknya menghindari teh hitam dan kopi karena mengikat dan menghambat zat besi. Bagi kaum wanita kebutuhan zat besi akan meningkat ketika menstruasi dan hamil. Jika mengalami anemia pada saat akan melahirkan maka bisa menyebabkan terjadi pendarahan dan bayi lahir dengan berat badan rendah.


Anemia merupakan masalah kesehatan yang bisa dialami semua umur mulai dari bayi sampai dewasa baik laki-laki atau perempuan. Untuk kalangan wanita pekerja yang rentan terkena anemia adalah sedang hamil dan menyusui, sebagian remaja, dan ibu sekaligus pekerja. Fakta di masyarakat 35 persen wanita pekerja Indonesia mengalami anemia yang bisa berdampak menurunkan kinerja 20 persen atau 6.5 jam per minggu. Hal yang perlu dilakukan untuk mencegah anemia yaitu tidak mengonsumsi teh atau kopi, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengonsumsi makanan hewani untuk penyerapan zat gizi dan mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran.

Tablet tambah darah yang dimaksud adalah suplemen yang berisi zat besi dan asam folat yang berfungsi untuk membantu membentuk hemoglobin darah. Yang harus meminum tablet tambah darah adalah wanita usia subur dan ibu hamil. Cara yang tepat untuk mengonsumsi tablet tambah darah bagi wanita usia subur ialah 1 tablet setiap minggu sedangkan ibu hamil 1 tablet setiap hari. Bagi penderita anemia dianjurkan untuk konsultasi ke dokter dan tidak meminum bersamaan dengan teh, kopi dan susu.


Selanjutnya mba Anie Rachmayani Head Of Marketing Consumer Health PT Merck menjelaskan program edukasi masyarakat agar lebih perduli tentang anemia. Gerakan tersebut ialah Indonesia Bebas Anemia yang juga melibatkan PDGMI. Gerakan tersebut  mengajak masyarakat peduli anemia jangka panjang bekerja sama dengan Mona Ratuliu selaku ambassador Indonesia Bebas Anemia. Slogan yang dipilih ialah untuk kampanye tahun ini ialah "Lawan Anemia, Tingkatkan Semangat Berkarya !"


Kegiatan kampanye yang diadakan meliputi publikasi berbagai media termasuk dengan blog dan media sosial dengan #IDBebasAnemia. Selain itu juga kegiatan berupa konsultasi anemia, pembagian gelang golongan darah dan pemberian donasi. Booth konsultasi dan roadshow dapat ditemui di beberapa kota besar seperti Jakarta, Jogja, Solo, Medan dan Surabaya. Agar masyarakat bisa mengetahui resiko anemia, tim medical Merck menciptakan terobosan baru berupa anemia meter. Anemia Meter bisa digunakan baik secara manual apabila mendatangi booth konsultasi dan digital di website Sangobion.


Dukungan lainnya yang bisa digunakan masyarakat ialah Gelang Golongan Darah yang berwarna merah dan terdapat tulisan sesuai golongan darah setiap orang. Agar gerakan Indonesia Bebas Anemia bisa tersebar luas dan menjangkau beberapa kota dibutuhkan dukungan minimal 1000 orang. Dukungan bisa diperoleh dengan membagikan #IDBebasAnemia di semua media sosial. Respon masyarakat ternyata sangat antusias terbukti bisa menjadi nomer dua trending topik nasional.


Bagi saya gerakan ini perlu didukung agar mengurangi dan mencegah anemia terutama kaum wanita. Karena saat ini banyak wanita yang menjalankan perannya secara multifungsi mulai dari istri, ibu, dan pekerja. Saya sendiri merasakan jika sedang menstruasi tubuh menjadi lemas dan kurang konsentrasi melakukan pekerjaan. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas dalam melakukan aktivitas. Info selengkapnya bisa membuka web www.sangobion.co.id/bebasanemia.




Comments

  1. Anemia itu terjadi karena energy liver yang lemah. liver bisa lemah bisa disebabkan seringnya begadang, karena jam kerja liver itu dari jam satu pagi sampai jam tiga pagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah berarti pola tidur harus di perhatikan supaya livernya bekerja maksimal :)

      Delete
  2. Banyak wanita mengalami anemia ya, mba. Harus mulai pilih2 makanan yang bergizi nih biar terhindar dari anemia. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

Kulit Sehat Dan Bersinar Dengan Bahan Alami Gizi Super Cream