Terobosan Pertamina Dalam Mengurangi Emisi Bahan Bakar

Tinggal di Jakarta yang padat akan penduduk dan pengguna kendaraan bermotor membuat kebersihan udara menjadi berkurang. Walaupun beberapa tempat sudah dibuat taman dan pepohonan namun polusi udara masih banyak terjadi. Untuk mengurangi polusi butuh beberapa langkah terpadu dari berbagai pihak agar masyarakat bisa menghirup udara segar. Diantaranya ialah menggunakan transportasi umum dan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Agar masyarakat menyadari pentingnya bahan bakar yang ramah lingkungan butuh sosialisasi yang konsisten. Salah satunya ialah melalui pameran otomotif yang dihadiri banyak orang. 

Pameran otomotif yang rutin diadakan setiap tahun, menjadi event bergengsi yang banyak dikunjungi banyak orang. Selain bisa melihat mobil terbaru yang canggih pengunjung juga bisa berkumpul dengan komunitas otomotif di dalam ruang pameran. Selama ini saya belum pernah menghadiri pameran otomotif karena biasanya lokasi yang sulit dijangkau dan acara pameran yang kurang menarik. Namun karena dua terakhir ada tempat pameran baru yang akan menjadi tempat kegiatan skala internasional membuat saya tertarik untuk datang. Kebetulan saya belum pernah datang ke ICE BSD sehingga penasaran ingin mengunjungi pameran otomotif.

Walaupun tempatnya jauh dari Jakarta, namun ada beberapa shuttle bus di berbagai mall yang disediakan secara gratis agar pengunjung bisa mendatangi GIIAS 2016. Pada tanggal 18 Agustus 2016, saya berangkat dari stasiun Tanah Abang menuju Rawa Buntu lalu melanjutkan dengan jasa ojek online. Sekitar pukul 17.00 saya masuk ke pameran menuju musholla lalu ke Hall 6 di booth Pertamina. Ternyata sudah acara talkshow sudah dimulai dan dihadiri pula oleh komunitas mobil dari Jakarta.


Talkshow kemarin membahas tentang produk Dexlite yang baru dirilis bulan April 2016. Dexlite merupakan bahan bakar yang ditujukan untuk kendaraan mesin diesel. Melihat pertumbuhan pasar yang meningkat setiap tahunnya, Pertamina menghadirkan Dexlite yang memiliki kualitas solar namun harga lebih terjangkau dari Pertamina Dex. Walaupun harga Dexlite lebih mahal dari solar yaitu Rp 6750 namun memiliki kelebihan hemat bahan bakar. Diharapkan dengan adanya Dexlite, bisa membantu pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar solar.


Menurut pak Resa selaku dari Pertamina saat ini banyak pabrik otomotif yang mengeluarkan mesin diesel karena selain lebih irit juga lebih tahan lama dibandingkan mesin dengan bahan bakar premium. Pada Dexlite terdapat kandungan sulfur 1000-1200 dan set number 51 sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan solar biasa yang memiliki kandungan 3500. Ketika ditanya mengenai distribusi Dexlite sendiri, pihak Pertamina masih mengakui distribusi yang masih didominasi di pulau Jawa dan akan menargetkan menambah outlet menjadi 1000-1500 di seluruh Indonesia.


Masih belum meratanya sosialisasi, distribusi produk, dan perlunya investasi untuk menambah tangki baru membuat peralihan Dexlite tidak secepat Pertalite. Di negara maju masalah emisi bahan bakar menjadi hal yang penting sehingga penggunaan mesin mobil lebih banyak menggunakan diesel agar emisi yang dihasilkan lebih ramah lingkungan. Di Indonesia memang belum menerapkan kebijakan seperti itu, karena masih banyak masyarakat yang menggunakan solar. Di masa mendatang dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan Dexlite bisa mengurangi polusi udara. Semoga pemerintah dan Pertamina bisa terus mengajak masyarakat beralih dan semakin banyak SPBU yang menyediakan Dexlite.






Comments

  1. Semoga Dexlite disambut baik ya oleh masyarakat Indonesia. Karena bbm Ini ramah lingkungan dan harganya lebih murah dibandingkan Pertamina dex. Indonesia biar ga beli solar terus

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

Kulit Sehat Dan Bersinar Dengan Bahan Alami Gizi Super Cream