Jadikan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Sebagai Gaya Hidup

Pertumbuhan ekonomi yang yang naik membuat pembangunan infrastuktur fisik di Indonesia mulai meningkat. Mulai dari jalan raya, jembatan, jalan tol, dan gedung bertingkat kini tidak hanya di Jakarta namun juga terjadi di kota lainnya termasuk Indonesia timur. Dengan adanya pembangunan membawa beberapa dampak positif  mulai dari membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan roda perekonomian dan mempermudah wisatawan asing untuk berkunjung. Namun sayangnyna dengan maraknya pembangunan masih ada beberapa kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa.



Hal ini tentu disayangkan karena jika terjadi kecelakaan maka perusahaan akan mengeluarkan biaya untuk pengobatan di rumah sakit dan santunan untuk keluarga jika meninggal. Melihat masih banyaknya orang atau perusahaan yang belum menyadari arti pentingnya kesehatan dan keselamatan tentu menjadi tanggung bersama untuk mengurangi dan mencegah kecelakaan. Untuk mengurangi angka kecelakaan kerja perlu dilakukan upaya edukasi secara terus menerus agar semua pihak menyadari pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja.

Salah satu upaya edukasi yang dilakukan ialah dengan mengadakan talkshow di sela pameran "Infrastructure Week" tanggal 11 November 2016 di Jakarta Convention Center. Talkshow ini menghadirkan dua pembicara profesional yaitu bapak Dr. Ir. Darda Daraba, M.Si. selaku Direktur Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dan Ir. Lazuardi Nurdin sebagai Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Konstruksi Indonesia ( A2K4 – I ). 

Beberapa minggu lalu saya membaca berita yang cukup gempar di dunia maya yaitu ambruknya jembatan penyebrangan umum di Pasar Minggu dan ambruknya atap pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Tentu hal ini menjadi pertanyaan saya dan banyak orang mengapa bisa terjadi seperti itu dan apakah saat membangun tukang dan kontraktor tidak memperhitungkan dengan benar sehingga bisa roboh?



Ternyata hal ini juga menjadi kepedulian pak Nurdin padahal pemerintah sendiri telah membuat peraturan melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5 Tahun 2014 yang didalamnya mengatur tentang Rencana K3 Kontrak. Rencana K3 Kontrak berupa dokumen lengkap rencana penyelenggaraan kesehatan dan keselamatan kerja antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Dengan adanya peraturan tersebut seharusnya tingkat kecelakaan kerja bisa diminimalisir.

Hal tersebut diungkapkan pula pak Darda namun pada kenyataanya masih ditemui kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Ada dua penyebab kecelakaan kerja konstruksi yaitu : dari perilaku pekerja dan kondisi yang tidak aman. Perilaku pekerja yang tidak aman meliputi tidak mengikuti prosedur dengan baik, membuang sampah sembarangan, bekerja sambil bercanda dan bekerja tidak sesuai dengan skill. Sedangkan kondisi tidak aman berupa alat pelindung diri yang tidak sesuai standar, tempat kerja yang bising dan tidak kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.




Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat sendiri wajib melakukan upaya sosialisasi setiap tahun kepada unit dan mitra kerja. Pada tahun 2009 Kementrian PUPR melakukan pakta komitmen dengan beberapa instansi untuk menegakkan komitmen kesehatan dan keselamatan kerja. Langkah ini dilakukan untuk mengajak beberapa pihak agar menyadari dan melakukan upaya pencegahan dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja.

Memang diakui masih banyak perusahaan kontraktor yang belum menjalankan peraturan dengan baik dan menganggap kesehatan, keselamatan, kerja sebagai beban biaya yang mahal. Padahal jika melaksanakan peraturan dengan baik maka biaya tambahan seperti perawatan di rumah sakit bisa dicegah dan proses pembangunan menjadi lebih lancar. Harus diakui pengawasan pemerintah masih lemah terhadap perusahaan yang tidak mentaati peraturan. Dan kesadaran masyarakat yang masih kurang akan pentingnya keselamatan kerja.

Maka mulai tahun 2016 pemerintah mulai mencanangkan kampanye "Safety Is My Life" agar masyarakat menyadari dan mendukung pentingnya kesehatan, keselamatan, kerja sehingga kecelakaan kerja bisa dikurangi dan dicegah bersama-sama. Saya mendukung kampanye ini karena memang masih banyak orang kurang perduli dan menganggap remeh nyawa manusia. Di satu sisi permintan pembangunan gedung bertingkat terus bertambah dan seharusnya bisa mendorong perusahaan jasa kontruksi untuk memperhatikan keselamatan para pekerja.

Semoga dengan adanya kampanye ini kecelakaan kerja bisa dihindari, masyarakat merasa aman berada di tempat umum dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan dimanapun berada. 






Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

ulasan film sokola rimba

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya