Merubah Cara Hidup Menjadi Lebih Efektif dan Efisien

Pertumbuhan penduduk yang pesat di kota-kota besar namun lahan hunian yang semakin sempit kini membuat banyak orang mulai merubah gaya hidup. Jika sebelumnya masyarakat lazim membeli dan tinggal di komplek perumahan kini mulai bergeser ke hunian vertikal atau apartemen. Untuk tinggal di apartemen tentu butuh penyesuaian karena luas dan fasilitas yang berbeda. Penyesuaian bisa berupa pemilihan bahan, lokasi, penataan ruangan, dan penggunaan barang agar efisien.


Untuk bisa mengetahui bagaimana memilih barang dan mengaturnya dengan tepat agar bisa efisien bagi saya harus mendengar dari orang yang berpengalaman dan profesional. Untunglah hal itu bisa saya dapatkan ketika menghadiri acara Ngobrol Cantik bersama Prajawangsa City dengan tema "Eco & Compact Living " di kantor Marketing Prajawangsa City pada hari Sabtu 19 November 2016. Saya berharap dengan hadir di acara ini bisa mengetahui bagaimana tips menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan mengatur barang dengan rapi serta efisien.


Acara dimulai dengan sajian musik terkini dan 90an membuat sebagian tamu yang hadir ikut bernyanyi dan bernostalgia ke era 90an. Setengah jam kemudian acara dibuka oleh pembawa acara Kartika Putri Mentari yang memperkenalkan kedua pembicara yaitu Rabani Kusuma Putra dari Nimara Architecht dan Bayu Fristanty dari RapiRapi Profesional Organizer.


Sebagai seorang arsitek mas Bani menjalankan Nimara Architect sejak 2010 dengan ciri khas desain ialah modern cotemporary art. Dalam mengerjakan desain ia banyak belajar dari Jepang dimana di pulau kecil banyak bangunan unik dan modern serta ramah lingkungan. Kondisi di Jepang sebetulnya hampir sama dengan di Indonesia yaitu lahan yang semakin terbatas sehingga bangunan didesain vertikal ke atas. Mobil yang digunakan warga Jepang didesain berukuran mini karena jalanan yang kecil dan menggunakan bahan bakar alami sinar matahari.

Setelah mengamati desain pada bangunan dan kendaraan di Jepang, maka mas Bani pun menyimpulkan bahwa ruang gerak manusia di masa depan makin terbatas, jadi harus memulai untuk mengatur ruangan agar lebih efisien. Hal ini pun diperjelas dengan artikel di kompas.com yang menulis konsumen perumahan harus puas dengan lahan yang lebih sempit. Namun yang menjadi pertanyaan hunian seperti apa yang dibutuhkan manusia untuk berlindung?



Jawabannya ialah hunian dengan konsep eco design atau green design adalah sebuah gerakan berkelanjutan yang mendukung pemakaian energi dan sumber daya yang ramah lingkungan, efektif dan efisien. Tiga hal utama yang menjadi kunci ialah ramah lingkungan, efektif, efisien  yang terwujud dalam pola hidup yang disebut "green living". Green living meliputi enam elemen penting yaitu :

a. energi 
kini sudah banyak hunian yang menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan misalnya lampu LED dan penggunaan pendingin ruangan yang lebih efisien.
b. tanah 
dalam membangun rumah idealnya 70% bangunan dan 30% ruang terbuka. ruang terbuka memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai area resapan, tempat bermain anak, tempat bercocok tanam, dan relaksasi.
c. air
agar air hujan tidak terbuang sia-sia, sebaiknya menggunakan zero water run off agar bisa diserap di halaman rumah atau membuat penampungan air hujan agar bisa digunakan kembali untuk menyiram tanaman.
d.cahaya dan udara alami
untuk meminimalisir penggunaan listrik berlebihan seperti lampu dan AC pada rumah bisa menggunakan teori bejana berhubungan yang memperbanyak sirkulasi udara dan cahaya matahari
e. material
di sekitar kita banyak bahan alam yang bisa digunakan agar hunian nyaman dan ramah lingkungan misalnya menggunakan kayu daur ulang atau batu-batuan alam.
f. smart desain atau lingkungan
kelima aspek sebelumnya bisa diterapkan jika didesain dengan kreatif dan menggunakan budaya lokal pada hunian

Keenam aspek tersebut umumnya diterapkan pada hunian, lalu bagaimana jika diterapkan pada apartemen apakah bisa? jawabannya bisa tentunya dengan beberapa penyesuaian. Tinggal di apartemen tentu berbeda dengan rumah sehingga membutuhkan pola hidup yang berbeda. Orang yang tinggal di apartemen umumnya yang memiliki mobilitas tinggi dan ingin berada di lokasi yang strategis. Biasanya orang yang tinggal di apartemen karyawan, mahasiswa, pengusaha muda dan keluarga muda.


Untuk bisa memiliki kualitas hidup dibutuhkan ruang untuk bersosialisasi atau mengobrol. Karena kualitas hidup ditentukan oleh ruangan yang bisa mengakomodir kebutuhan bersosialisasi. Agar bisa memiliki green living pada apartemen kita harus memperhatikan bahan yang ramah lingkungan, pengaturan lay out dan modern. Sedangkan pada sisi desain yang penting ialah memaksimalkan fungsi ruang, tidak banyak menggunakan energi dan bahan, terdapat tempat untuk berinteraksi.

Unit apartemen didesain untuk ditinggali maksimal empat atau lima orang berbeda dengan rumah yang bisa dihuni lebih dari satu keluarga. Dengan psikologi ruang yang tepat dan desain interior yang benar keintiman ruang dapat tercipta. Sehingga dengan luas yang terbatas keintiman dan kualitas hidup bisa terjaga dan kebutuhan bersosialiasi bisa tercipta dengan baik.

Setelah mendengarkan penjelasan dari mas Rabbani saya jadi mengerti bahwa pola hidup yang efisien dan ramah lingkungan bisa diterapkan di apartemen dengan beberapa penyesuaian. Dan sebagai manusia kita harus memperhatikan keseimbangan terhadap lingkungan agar anak cucu kita bisa merasakan lingkungan yang asri dan nyaman. Selain itu untuk menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan tidak harus dengan bahan yang mahal bisa menggunakan bahan yang murah dan mudah didapat dari sekitar kita.


Selanjutnya mba Bayu Fristanty dari Rapi Rapi Profesional Organizer berbagi bagaimana mengatur dan menyimpan barang agar lebih efisien. Banyak orang belum familiar akan jasa profesional organizer dan menganggap hanya sebagai jasa yang membantu membersihkan rumah. Profesional Organizer ini mulai didirikan sejak tahun 2013 dan membantu orang agar bisa menata dan mengelola barang menjadi lebih efisien.


Fakta dari kondisi pemukiman saat ini ialah harga tanah yang semakin mahal, membutuhkan kemudahan untuk bepergian, dituntut untuk efektif dan efisien namun terkadang orang memiliki barang yang berlebih karena tanpa kita sadari manusia memiliki jiwa untuk mengoleksi barang. Ketika kita tidak bisa mengatur barang dengan rapi maka akan banyak kerugian yang dirasakan mulai dari uang, waktu, kesehatan dan stress.


Hal yang banyak dialami orang termasuk saya ialah ketika akan mencari barang justru memakan waktu lebih lama karena tidak menaruh dengan tepat. Ditambah jika kita menumpuk barang maka debu dan kotoran binatang akan menghampiri dan menimbulkan penyakit karena kurang memelihara kebersihan. Supaya bisa mengelola barang dengan baik maka beberapa tips dari mba Bayu ialah memahami berapa banyak barang yang kita miliki dan bayangkan rumah atau kamar seperti apa yang diinginkan.


Empat langkah yang bisa dilakukan untuk mengatur barang di sekitar kita ialah memahami tingkah laku, kebiasaan dan area mana yang ingin diprioritaskan untuk dibersihkan, memisahkan dan mengelompokkan barang ke dalam kategori tertentu, menempatkan barang dan menjaga konsistensi. Hal yang paling sulit dilakukan biasanya ialah menyortir barang yang akan disimpan, saya pun beberapa kali menata kamar sulit menentukan barang yang akan disimpan atau dijual. Namun perlu diprioritaskan kembali jika barang sudah lebih dari enam bulan tidak dipakai maka sebaiknya dibuang atau didonasikan kepada orang yang membutuhkan.


Untuk menyortir barang mba Bayu biasanya memisahkan ke dalam empat kategori yaitu disimpan, dibuang, dijual dan didonasikan. Ia pun menerapkan hal ini kepada anaknya jika akan membeli buku baru maka harus menyumbangkan buku agar tidak memerlukan tempat yang banyak. Ketika kita sudah bisa menyortir barang dan menyimpannya maka lemari akan menjadi lebih rapi dan ringkas sehingga memudahkan untuk mencari barang dan sesuai dengan luas kamar jika tinggal di apartemen.


Tips lainnya yang perlu diperhatikan ialah jangan beli tempat penyimpanan barang terlebih dahulu tapi ketahui jumlah barang agar bisa sesuai dalam menyimpan dan menjaga bagian atas lemari tetap bersih agar tidak mengundang kita untuk membeli atau menambah barang. Rupanya saya salah selama ini karena fokus membeli lemari untuk menyimpan barang tanpa mengetahui berapa banyak yang perlu disimpan. Ternyata harus merubah caranya agar bisa mengatur barang dan menyimpannya dengan tepat.

Terakhir pak Rio selaku Event and Promotion Asistant Manager Prajawangsa City menjelaskan mengapa Synthesis memilih untuk berinvestasi dan membangun pemukiman di Cijantung yang belum banyak dilirik orang. Ketika melakukan survey ke daerah Cijantung, pak Rio melihat potensi yang besar karena daya beli masyarakat yang tinggi dan kebutuhan pemukiman karena lokasi yang dekat dengan perkantoran di sepanjang jalan TB Simatupang dan jalan Raya Bogor.


Prajawangsa City nantinya akan dilengkapi dengan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan hunian dengan tiga tipe ruangan. Ketiga tipe tersebut antara lain tipe studio, dua kamar tidur dan tiga kamar tidur dimana dalam satu unit terdapat lima ratus unit apartemen. Dengan luas tujuh hektar Prajawangsa City menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi dan tempat tinggal karena lokasi yang dekat perkantoran dan sarana transportasi umum. Selain itu komitmen Synthesis Grup yang menggunakan budaya lokal juga akan diterapkan di Prajawangsa City yang akan menggunakan elemen batik lurik sebagai ciri khasnya.

Tak menyesal bisa datang ke acara talkshhow di sabtu pagi karena bisa mendapatkan tips-tips bagaimana memilih desain dan bahan yang ramah lingkungan dan mengatur barang agar bisa efisien sesuai dengan pola hidup di apartemen. Semoga saya bisa segera menerapkan untuk merapikan barang di kamar dan bisa memiliki pola hidup yang efektif dan efisien.




 







Comments

  1. Ramah lingkungan, efektif dan efesien menjadi sebuah elemen yang perlu diperhatikan. Dan dikaitkan dengan tempat tinggal. Sulit tapi bukan hal yang mustahil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. perlahan-lahan pola hidup harus dirubah untuk lebih efisien :)

      Delete
  2. Ulasan yang menarik mbak :D

    Salam,
    Rasya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba