Perlunya Mengatur Penggunaan Teknologi Pada Anak

Saat ini kehidupan manusia tidak lepas dari penggunaan teknologi. Mulai dari televisi, komputer, kamera sampai ponsel pintar. Tuntutan pekerjaan baik di rumah maupun di kantor membuat kita beradaptasi dengan penggunaan teknologi yang semakin pintar. Bahkan ibu rumah tangga pun tidak ketinggalan menggunakan perangkat telepon pintar dalam berinteraksi dengan anaknya. Sering kita temui anak usia kurang dari satu tahun anak sudah dikenalkan dengan perangkat digital seperti komputer, telepon pintar atau televisi.


Penggunaan teknologi tidak bisa dihindarkan walaupun sebagai orang tua perlu mengetahui bagaimana mendidik anak dengan penggunaan penggunaan perangkat digital yang tepat. Kalau penggunaan perangkat digital tidak diawasi atau dikontrol maka bisa menimbulkan dampak negatif. Supaya orang tua lebih perduli dan bisa mengatur dengan baik, maka Blibli minggu lalu mengadakan kegiatan #BlibliFriendsMeetUp dengan mengundang orang tua dan blogger tanggal 26 Maret 2017 di Taman Main.

Walaupun panas terik saya berusaha datang tepat waktu agar bisa mengetahui tips yang tepat dari psikolog Rumah Dandelion. Dengan ramah mba Binky Paramitha I,M.PSi menyapa orang tua yang hadir walaupun suasana ramai karena banyak anak yang sedang asik bermain. Walaupun banyak perangkat teknologi yang diciptakan dan digunakan manusia namun secara garis besar dibagi ke dalam tiga jenis yaitu televisi, gadget berupa ponsel pintar atau tablet, dan bioskop.


Pada orang tua masih ditemui perdebatan apakah anak boleh menggunakan gadget atau tidak. Sedangkan kedua orang tua di rumah dan lingkungan sekitar mereka banyak yang menggunakan gadget untuk berkomunikasi atau bekerja. Ditambah menurut survey yang dilakukan Rumah Dandelion lebih dari 90% anak-anak sudah terpapar perangkat elektronik. Bagi anak-anak teknologi merupakan sesuatu yang menarik karena memuat informasi tidak terbatas, warna, bentuk dan gerakan sangat menarik.

Masing-masing perangkat elektronik dampaknya pada anak misalnya jika anak menonton televisi maka mereka akan mempercayai yang mereka lihat tersebut benar dan wajar  serta menirukan gerakan atau ucapan. Pada gadget maka dampaknya memicu anak berinteraksi di cepat dan membatasi interaksi sosial pada anak. Maka untuk mencegah dampak negatif orang tua perlu mendampingi anak dalam menggunakan perangkat elektronik atau menonton televisi. Apalagi jika menonton bioskop pastikan film yang ditonton sesuai dengan umur anak dan cerita film yang tidak berisi kekerasan atau pornografi.

Jika memperkenalkan perangkat teknologi pada anak usia kurang 2 tahun sebaiknya maksimal satu jam misalnya untuk berkomunikasi dengan orang tua agar tidak mempengaruhi perkembangan motorik kasar dan halus. Untuk anak usia 2 sampai 5 tahun perlu adanya aturan atau batasan dalam menggunakan gadget agar tidak menimbulkan kecanduan.

Untuk menerapkan teknologi pada anak dibutuhkan tiga hal penting yaitu komunikasi dalam keluarga, tentukan teknologi yang diberikan, dan upaya preventif dari orang tua dalam memberikan gadget. Sebagai orang tua perlu mengkomunikasikan pada anak aturan penggunaan teknologi apakah hanya satu jam dalam satu hari atau setelah anak mengerjakan tugasnya. Komunikasikan pula dengan anggota keluarga lainnya misalnya pengasuh agar bisa sinkron dalam menerapkan aturan.

Dalam menggunakan teknologi orang tua perlu menyeleksi dahulu apakah sudah aman untuk anak. Selain itu perlu memilih teknologi yang mengembangkan kemampuan interaksi dengan orang tua sebagai mediator. Gunakan pula teknologi audio atau video dalam merekam perkembangan anak.

Sebagai orang tua beberapa hal yang perlu diingat adalah teknologi bukan solusi hanya sebagai media dalam berkomunikasi. Anak tetap membutuhkan interaksi dengan orang tua seperti belaian, pelukan, dan tatapan mata. Perlu juga mengkombinasikan kegiatan di luar ruang dengan aktivitas gadget sehingga anak bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Karena anak semakin kritis dengan perkembangan informasi, maka orang tua harus dua langkah lebih maju dari anak. Maka orang tua pun perlu mengupgrade diri dengan informasi misalnya membaca buku, aktif mengikuti workshop dan mengikuti perkembangan melalui media sosial.

Tips terakhir dari mba Binka untuk para orang tua ialah memilih aplikasi yang tepat untuk anak, gunakan password ketika akan menggunakan gadget, dan latih anak bertanggung jawab agar tidak mempengaruhi prestasi di sekolah.

Agar teknologi bisa bermanfaat positif pada anak, maka kini hadir inovasi matras anak yang menggunakan teknologi AR (Augmented Reality). Pada matras yang diberi nama 3DUPlay memanfaatkan teknologi digital smartphone secara positif. Desain matras berwarna cerah dan terdapat berbagai gambar binatang yang bisa membantu anak menyebutkan dan menghafal nama binatang dengan mudah dan menyenangkan.




Kelebihan lainnya matras ini merupakan buatan dalam negeri yang bisa sejajar dengan mainan import, bahan yang awet, tahan air, mudah dibawa jika ingin piknik atau liburan bersama keluarga. Ada dua pilihan ukuran matras yang bisa digunakan yaitu  90×120 dan 200×120 dengan harga terjangkau untuk orang tua. Mulai awal April, matras ini bisa dibeli secara ekslusif di blibli.com dengan beragam cara pembayaran atau cicilan.

           


Teknologi tidak selamanya berdampak negatif asalkan tepat menggunakan dan mengkomunikasikannya pada anak dengan baik. Saatnya orang tua pintar mengatur penggunaan dan memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan anak.







Comments

  1. Sepakat, kita tidak bisa juga 100% menolak teknologi untuk anak. Karena suatu saat pasti anak akan mengenalnya juga, entah dari orang tua atau teman di sekolah. Bekali anak dengan cara mengontrol diri dalam menggunakan teknologi itu lebih baik ya hehe. Btw jadi tertarik sama matrasnya, kira-kira berapa yaaa harganya. Thx Mba infonya ��

    ReplyDelete
  2. yup kita gak bisa menolak kemajuan teknologi krn ada sisi positifnya, yang penting memberikan pengertian dan mendidik bagaimana cara menggunakan dg benar dan mengelola waktu yang tepat

    ReplyDelete
  3. Sekarang banyak orang tua yang hanya ingin nyaman tanpa diganggu hingga dengan bebas memberikan gadged pada anaknya tanpa pengawasan. Hal ini tentu merupakan keprihatinan

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

ulasan film sokola rimba

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya