Komitmen Novartis Dalam Mengobati Penyakit Gagal Jantung Di Indonesia

Indonesia sebagai negara berkembang dengan populasi penduduk yang cukup besar, memiliki beberapa tantangan yang harus diselesaikan oleh berbagai pihak. Salah satunya ialah masalah kesehatan yang masih memakan biaya besar anggaran pemerintah untuk pengobatan. Bergesernya tren penyakit yang semula didominasi penyakit menular kini menjadi penyakit tidak menular seperti gagal jantung atau diabetes. 


Perubahan gaya hidup pada masyarakat dan penanganan yang masih belum optimal membuat angka kematian penyakit gagal jantung masih tertinggi di dunia termasuk di Indonesia. Karena penyakit ini BPJS harus mengeluarkan dana sebanyak 7,4 triliun rupiah atau 50,7% dari biaya pengobatan tahun 2016. Hal ini tentu harus diwaspadai karena resiko penyakit jantung bisa terjadi pada siapapun baik usia muda atau tua jika tidak menjalani pola hidup yang sehat.





Gagal jantung merupakan kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh karena melemahnya otot jantung dari waktu ke waktu. Kondisi ini membuat darah yang ada pada tubuh tidak dapat mengantarkan cukup oksigen dan makanan ke tubuh maka mengakibatkan tubuh mudah lelah atau letih. 

Yang menyebabkan penyakit gagal jantung antara lain penyakit gagal jantung bawaan, penyakit katup, hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, asam urat, merokok dan obesitas. Gejala awal yang terjadi pada gagal jantung yaitu merasa mudah lelah, kehabisan nafas saat menggunakan tangan, jantung terasa berdebar-debar dan pusing.

Ketika sudah parah maka akan menyebabkan sesak nafas saat istirahat, terjadi pembengkakan di kaki, batuk atau sesak nafas saat berbaring, buang air lebih banyak di malam hari, dan perut terasa kembung atau sakit. Biasanya tipe gagal jantung terbagi menjadi gagal jantung akut yang terjadi tiba-tiba yang mengalami gejala parah pada awalnya dan gagal jantung kronis gejala muncul perlahan dan secara bertahap memburuk.



Melihat banyaknya pasien yang berobat bahkan menunggu operasi yang cukup lama, membuat Prof. DR. Dr. Bambang Budi Siswanto, SpJp (K) dari Rumah Sakit Harapan Kita mengajak masyarakat lebih perduli agar semakin banyak yang bisa terdeteksi sehingga bisa dicegah sebelum bertambah parah. Beliau pun menghimbau agar masyarakat tekun berobat dan menjalani pola hidup yang sehat karena gagal jantung bukan penyakit yang bisa disembuhkan dengan instan.


Sedangkan Dr David Sim dari National Heart Center Singapore mengatakan pentingnya penanganan secara tim mulai dari dokter, perawat, petugas kesehatan dan masyarakat karena penyakit jantung bukan sekedar minum obat tapi merubah pola hidup.



Diskusi ini merupakan rangkaian kegiatan yang diadakan Novartis pada tanggal 29 Juli 2017 sebagai perusahaan farmasi global yang perduli dan memiliki komitmen untuk mengobati penyakit jantung dengan berbagai pihak salah satunya pemerintah. Menurut bapak Milan Paleja sebagai President Director Novartis Indonesia, Novartis menghadirkan pengobatan gagal jantung baru LCZ696. Dengan adanya inovasi ini bisa diharapkan bisa membantu meringankan beban sosial dan ekonomi akibat penyakit jantung.


Mewakili pemerintah Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tidak pernah bosan untuk mengajak masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat. Jika tidak merubah pola hidup maka pemerintah akan merugi karena tingginya biaya pengobatan setiap tahun yang meningkat.





Pemerintah pun berupaya dengan mengadakan "GERMAS" atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sesuai intruksi presiden dengan pendekatan promotif agar meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyakit. Salah satu cara ialah memberdayakan puskesmas dengan pendekatan keluarga atau posbindo yang saat ini berjumlah 24000 di seluruh Indonesia. Pesan bu Lily kepada seluruh masyarakat agar bisa menerapkan CERDIK berupa cek kesehatan secara berkala, rutin berolah raga, diet yang sehat, istirahat cukup dan kelola stress.


Semoga dengan adanya upaya ini obat untuk penyakit jantung semakin terjangkau dan masyarakat lebih perduli akan pola hidup sehat sehingga bisa mencegah penyakit serta mengurangi beban pemerintah akan biaya berobat.


Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba