Inovasi Direktorat Jenderal Dan Bea Cukai Tanjung Priok Dalam Mencegah Korupsi

Berbagai upaya pemerintah dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kasus korupsi. Mulai dari membentuk lembaga penanganan korupsi, membuat Undang Undang Anti Korupsi,mendirikan pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi sampai ikut memperingati hari Anti Korupsi Sedunia pada tanggal 9 Desember. Berbagai upaya tersebut tidak akan maksimal jika tidak didukung dengan perubahan baik di lembaga pemerintahan maupun swasta. Sejak era reformasi, berbagai lembaga pemerintahan didorong untuk meningkatkan produktivitas dan mencegah korupsi agar bisa mendukung jalannya pembangunan.

Salah satu lembaga yang terus berbenah dan menunjukkan perubahan yang positif ialah Dirjen Bea Cukai. Bea Cukai memiliki peranan penting sebagai pelindung dari masuknya barang ilegal dan mencegah diperdagangkannya barang yang tidak resmi keluar negeri. Jika tahun kemarin, saya dan teman-teman blogger datang dan melihat langsung proses kerja petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta, kini saya juga datang ke kantor Bea Cukai di tempat yang berbeda yaitu di Tanjung Priok. Pada tanggal 17 November 2015, kami datang  untuk melihat perubahan yang sudah dilakukan Bea Cukai Tanjung Priok setelah berkumpul di ITC Cempaka Mas pukul 08.30.


Setelah menempuh perjalanan setengah jam, akhirnya kami tiba di kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang sekitar 70 % arus barang yang ada di masyarakat berasal dari pelabuhan ini. Agar meningkatkan pelayanan dan produktivitas saat ini jumlah pegawai di Bea Cukai Tanjung Priok sebanyak 1077 orang dimana 95 % masih berusia di bawah 40 tahun. Bahkan dari 144 jenis layanan yang ada 46 diantaranya beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.


Pada saat menginformasikan beberapa perubahan yang sudah dilakukan Bea Cukai Tanjung Priok, Pak Rulijanto Kepala Pusat Kepatuhan Internal Kepabeanan dan Cukai mengatakan ada empat inovasi yang dilakukan Bea Cukai yaitu mengubah sistem kerja yang lebih modern dan interaktif, optimalisasi pelayananan 24 jam , program inisiatif internal dan otomasi pelayanan dan inovasi dalam pelayanan. Untuk menunjang pelayanan 24 jam dan mempermudah masyarakat melaporkan pengaduan maka telah disediakan layanan call center 500 004 yang beroperasi selama 24 jam.

Dalam mencegah tindak korupsi di lingkungan internal, Bea Cukai Tanjung Priok memiliki beberapa strategi mulai dari rutin mengadakan diskusi internal, pembinaan dengan melibatkan tokoh agama, adanya sistem reward dan punishment dan pengawasan hidden camera dan CCTV. Selain itu Bea Cukai Tanjung Priok juga mengajak perusahaan yang terlibat untuk menandatangani kesepakatan untuk menghindari KKN. Budaya yang diterapkan Bea Cukai dalam mencegah korupsi sederhana dana mudah yaitu Tolak pemberian pengguna jasa, Catat nama, tempat, waktu dan bentuk pemberian dan Laporkan melalui Bidang Kepatuhan Internal.



Selesai mendengarkan penjelasan pak Rulijanto akan perubahan Bea Cukai, tidak afdol jika kami tidak melihat langsung proses yang ada di lapangan. Maka kami pun ikut menaiki kapal patroli Bea Cukai yang bertugas di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok dan melihat wilayah laut di sekitar Tanjung Priok. Ternyata petugas Bea Cukai bisa bertugas berhari-hari bahkan dua minggu untuk mengawasi pelabuhan di pulau Jawa dan Bali. Di atas kapal ini saya bisa melihat aktivitas bongkar muat barang dan adanya pelabuhan di atas laut yang sedang dibangun PT Pelindo.


Selanjutnya rombongan blogger diajak melihat scan X Ray yang kekuatannya 10.000 kali lebih tinggi yang bisa menembus baja yang tebal. Semua kontainer yang keluar masuk harus diperiksa dan di scan yang akan menarik secara otomatis truk yang ada. Jika terdapat lebih dari satu jenis barang dalam satu kontainer, maka petugas akan membuka dan memeriksa langsung barang yang ada dalam kontainer. Dengan adanya scan ini, pemeriksaan menjadi lebih efektif, efisien, dan mencegah adanya barang ilegal yang akan dijual ke dalam atau luar negeri. 



Tempat terakhir yang kami kunjungi ialah bagian administrasi surat menyurat untuk kegiatan ekspor maupun impor. Di kantor ini loket pelayanan sudah seperti bank swasta modern menggunakan nomer antrian otomatis, ruang tunggu yang nyaman dan petugas yang ramah melayani tamu yang datang. Kegiatan pelayanan administrasi terus ditingkatkan agar mempermudah industri mengirim produknya ke luar negeri.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 dan rombongan blogger pun pamit kembali ke tempat penjemputan semula di ITC Cempaka Mas. Sebuah kunjungan yang mengesankan dimana kantor pemerintahan sudah sangat terbuka dengan masyarakat dan membuktikan jika mereka sudah melakukan perubahan yang memperbaiki citra di mata masyarakat. Semoga inovasi Bea Cukai Tanjung Priok terus dikembangkan lagi dan menjadi contoh lembaga pemerintahan lainnya dalam mencegah dan mengatasi korupsi. 


Comments

  1. semoga negeri tercinta ini suatu saat bisa terbebas dari korupsi yah mbak, amin..

    ReplyDelete
  2. Memang iya sih, yang kerap jadi sasaran itu bea cukai...

    soalnya kan posisinya juga strategis yak, pelindung dari masuknya barang ilegal dan mencegah diperdagangkannya barang yang tidak resmi keluar negeri.

    para pengusaha juga kudu dipenthung tuh.xixi

    thanks ya mak dah sharing :)

    ReplyDelete
  3. Wow, penasaran dengan alat scannya. Luar biasa.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba