Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Lembaga Yang Dikelola Secara Profesional

Ketika saya anak-anak dulu, tayangan televisi yang sering diputar ialah program untuk petani salah satunya Kelompencapir. Sebuah program televisi seperti kuis yang pesertanya para petani. Selain program tersebut, presiden Soeharto sering mengadakan dialog interaktif dengan petani walaupun dilakukan di tempat yang berbeda. Perhatian pemerintah orde baru begitu besarnya sehingga kehidupan petani menjadi terjamin dan kebutuhan pangan pun terpenuhi. 

Setelah era orde baru, perhatian pemerintah pun terhadap petani menjadi kurang fokus karena banyaknya kepentingan politik yang harus diselesaikan. Padahal jumlah petani yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah harusnya Indonesia bisa menjadi negara yang swasembada pangan bahkan mengekspor pangan ke luar negeri. Tetapi lihatlah keadaan sekarang, bukannya memberdayakan petani, pemerintah justru sibuk mengimpor bahan pangan. Para petani yang dulunya sejahtera kemudian beralih menjadi buruh pabrik karena ketidak pastian pendapatan yang diterima.

Perlahan-lahan luas sawah menjadi berkurang dan beralih fungsi menjadi pabrik atau bangunan lainnya. Indonesia yang dulunya sebagai negara agraris malah menjadi negara pengimpor pangan. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab bersama agar tidak perlu lagi impor pangan dan pendapatan petani menjadi lebih sejahtera. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, hal yang perlu dilakukan ialah menyatukan berbagai paguyuban atau kelompok petani yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Berbagai kelompok tani yang ada saat ini, masih dilakukan secara tradisional dan pengetahuan yang kurang sehingga banyak petani yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Melihat kenyataan ini membuat banyak pihak prihatin dan ingin ikut memperbaiki kesejahteraan petani. Salah satu orang yang turut perduli ialah Bapak Bambang selaku Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara yang ingin membuat lembaga bagi petani agar dapat meningkatkan kesejahteraannya. Setelah melihat langsung berbagai masalah pertanian dan perkebunan di Indonesia, ia pun mengungkapkan ada lima hal yang harus dibenahi yaitu hulu, budidaya, pasca panen dan pengolahan, pemasaran dan lembaga penunjang.


Agar dapat membenahi masalah tersebut, pak Bambang mengajak berbagai pihak agar ikut terlibat dalam memperbaiki nasib petani. Salah satu kegiatan yang telah diadakan yaitu diskusi dengan tema "Menciptakan Petani Yang Bermartabat" pada Senin 14 Desember 2015 di hotel Aston Priority. Saat diskusi peserta yang hadir terdiri dari media,blogger, pengusaha perkebunan, perternakan, dan masyarakat yang perduli terhadap pertanian di Indonesia. Pak Bambang pun kemudian berinistiatif membentuk Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera yang memiliki konsep menggabungkan petani dengan satu komoditi dengan subsidi silang antar desa.


Dengan adanya LEM Sejahtera, paguyuban atau kelompok petani menjadi lebih profesional karena dikelola seperti organisasi yang sudah mapan yang didalamnya terdapat SOP, aturan dan standar kualitas. Yang menjadi anggota dan pengelolanya juga berasal dari masyarakat dan berhak mengelola keuangan dan memiliki badan usaha berupa koperasi. Diharapkan dengan adanya LEM, bantuan pemerintah yang besar kepada petani bisa diorganisir dengan tepat dan disalurkan sesuai dengan kebutuhan pertanian yang ada.


Sejak didirikan tahun 2009 di Sulawesi Tenggara, LEM Sejahtera telah membantu 100 desa mendapat pelatihan dari Bank Indonesia dan mendapat kepercayaan memperoleh kredit pinjaman. Dengan keberhasilan di satu daerah, kedepannya akan dikembangkan di tempat lain agar semua petani di Indonesia bisa merasakan manfaatnya. Di tengah menurunnya perekonomian, saya salut masih ada orang yang mau perduli akan kesejahteeraan petani. Saya pun optimis dan berharap kehadiran LEM Sejahtera bisa membangkitkan rasa bangga petani dan masyarakat akan hasil pertanian di Indonesia.


Sehingga tidak perlu lagi korupsi impor pangan yang merugikan negara dan petani Indonesia. Dengan kekayaan alam Indonesia dan jumlah petani yang tersebar Indonesia bisa menjadi negara yang makmur dan memiliki ketahanan pangan yang kuat. Saya pribadi ingin mengucapkan terima kasih kepada pak Bambang dan pihak lainnya karena sudah membuat langkah awal yang bisa mengubah petani yang semula menggunakan sistem tradisional menjadi sistem yang profesional. Saya harap LEM Sejahtera mendapat banyak dukungan baik dari pemerintah dan swasta serta bisa diterapkan di seluruh desa yang ada di Indonesia

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba