Meningkatkan Kreativitas Melalui Pameran Kreativitas Tanpa Batas

Beberapa tahun yang lalu ketika saya melamar pekerjaan di beberapa kantor, tahap yang biasa dilalui ialah interview dan tes psikologi. Biasanya kriteria yang dicari agar bisa diterima bekerja ialah yang pintar secara akademis, berpenampilan rapi dan menarik, dan memiliki tingkah laku yang baik. Namun perubahan tuntutan dunia kerja semakin dinamis. Sekarang yang dibutuhkan tidak hanya pintar secara akademis namun juga kreatif agar bisa menghasilkan produk inovatif. 

Dua atau tiga tahun terakhir banyak bermunculan perusahaan yang didirikan anak muda dengan modal kreativitas. Dengan semangat dan ide untuk menghasilkan produk atau jasa kini bisa berkembang menjadi perusahaan besar dengan ratusan karyawan. Manusia kini dituntut lebih kreatif agar bisa menghasilkan karya dan bermanfaat bagi orang lain. Untuk menjadi kreatif butuh proses yang harus dilatih atau dibiasakan sejak anak-anak. Salah satu cara untuk melatih agar anak-anak menjadi kreatif ialah dengan menggambar atau mewarnai.


Sebagai perusahaan yang sudah memproduksi berbagai alat tulis dan mewarnai sejak tahun 1761, Faber Castell terus mendukung agar masyarakat Indonesia menjadi kreatif. Hal ini didasari gerakan yang diprakarsai Rhode Island School Of Design yang mendorong murid dan guru membuat sesuatu dari tangan mereka langsung. Yang semula hanya Critical Thinking menjadi Critical Making. Kreativitas kini memegang peranan penting dalam berbagai bidang pekerjaan dan menjadi dasar inovasi serta kesuksesan. 


Faber Castell sendiri bagi ibu Fransiska Remilia selaku Brand Manager PT Faber Castell Indonesia, terus berupaya menjadi teman sepanjang usia yang memberikan pengalaman kreatif terbaik. Hal ini terbukti produk Faber Castell yang bisa digunakan dari anak-anak sampai dewasa dengan kualitas terbaik. Bahkan pensil yang biasa dipakai saat ujian atau Castell 9000 telah berusia 111 tahun. Berbagai kegiatan aktif diadakan Faber Castell untuk mendorong seniman muda bisa berkarya mulaid dari membuat komik, membuat cerpen, dan lomba craft untuk keluarga. 


Hal ini didukung pula oleh Pak Kusmayadi dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dimana lomba seperti menggambar atau mewarnai berperan dalam pengembangan karakter, sportivitas, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Bahkan menurut pak Yandramin Halim Managing Director PT Faber Castell Indonesia saat ini produk buatan tangan atau handmade sedang menjadi tren dan banyak disukai oleh masyarakat dibandingkan produk yang diproduksi massal. 


Menurut mas Beng Rahadian sebagai dosen IKJ dan aktif mengisi workshop membuat komik mengatakan saat ini tantangan yang dihadapi ialah mulai berkurangnya orang yang menggambar secara manual dan beralih ke digital. Padahal jika menulis atau menggambar secara manual akan lebih lepas dan terdorong untuk kreatif merubah sesuatu yang salah menjadi kreatifitas baru. Hal ini mengingatkan saya akan pengalaman menggambar ketika masih di sekolah dasar merupakan pengalaman yang menyenangkan karena bebas menuangkan ide menggunakan pensil warna.


Bentuk dukungan Faber Castell agar mendorong masyarakat berkreasi dan berkarya secara manual dengan mengadakan pameran "Kreativitas Tanpa Batas" di Lippo Mall Puri Indah tanggal 11 - 17 April 2016. Dalam pameran ini selain memajang karya berupa instalasi dari pensil Faber Castell juga ada karya pemenang lomba gambar yang diadakan sebelumnya dari TK sampai mahasiswa. Ketika saya datang saat pembukaan, hal pertama yang menarik perhatian saya ialah replika Kapal Pinisi yang terbuat dari connector pen Faber Castell. 



Bentuknya seperti kapal pinisi dan terlihat menarik karena layar kapal berwarna-warni seperti warna pelangi. Instalasi lainnya yang kreatif ialah empat patung kecil dengan tampilan tiga dimensi yang disusun dari pensil Faber Castell. Selain patung ada instalasi lainnya yang membuat saya berdecak kagum ialah gaun pesta mewah terbuat dari pensil Faber Castell yang dibuat Kerstin Schulz menggunakan 5000 pensil. 


Selain memajang karya seniman asing, pameran ini juga memajang karya seniman lokal seperti payung, kaos, topi, lampu dan sepatu yang menggunakan Faber Castell. Acara pameran dibuka menggambar doodle dari coretan pak Kusmayadi menjadi bebek yang lucu. Siapapun dapat melihat dan ikut dalam kegiatan pameran ini. Akan ada banyak kegiatan mulai dari workshop membuat komik, demo melukis, lomba gambar anak dan foto bersama Ksatria Conpen. 


Pameran juga akan diadakan di Bandung, Surabaya, Medan dan Yogyakarta. Info lengkap mengenai kegiatan Faber Castell bisa dilihat di akun twitter @fabercastell_id dan facebook Faber Castell International Indonesia. Senang rasanya bisa melihat karya seniman Indonesia bisa dipajang dengan karya seniman internasional dan semoga Faber Castell bisa rutin mengadakan kegiatan seperti ini di kota-kota lainnya. 







Comments

  1. Hmm, menarik dan sangat informatif. Trims...

    ReplyDelete
  2. Mba Nisaaaaaa, aku suka sekali lihat kreatifitas macam ini. Luar biasa ya. Semoga FC sering mengadakan event serupa ya.

    ReplyDelete
  3. keren banget ya, ternyata bisa menggunakan media Sepatu juga :)

    ReplyDelete
  4. iya vani seneng banget liat hasil karyanya yang kreatif dan keren :)

    ReplyDelete
  5. Keren banget nih acaranya Faber Castle. Artsy banget yaaaa. Jadi penasaran pengen liat langsung kesana.. Makasi reviewnya ya Maaaak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Bingung Mau Beli Makan Tapi Gak Bisa Delivery ?? Gojek Food Solusinya

ulasan film sokola rimba