Menciptakan Kesejahteraan Dengan Gerakan Sejuta Wakaf

Baru-baru ini  terjadi gejala gempa bumi yang getarannya terasa sampai Jakarta. Pusat gempa berada di Banten dan menimbulkan kerusakan bangunan di sekitar Lebak. Selain itu kasus gizi buruk yang terdapat di Papua juga menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Padahal pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang meningkat namun masih banyak  masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 



Masalah sosial menjadi tanggung jawab bersama untuk diselesaikan dan membutuhkan dukungan banyak pihak. Keterbatasan pemerintah dan banyaknya penduduk di Indonesia menjadi tantangan agar kesenjangan kemiskinan dapat berkurang. Masyarakat dan media perlu terlibat agar kesejahteraan dapat merata dan memperbaiki masalah sosial. 

Menurut data BPJS Kesehatan tahun 2017, terdapat 29 juta orang miskin dan 177 juta penerima bantuan BPJS di Indonesia. Hal ini membuat Indonesia adalah negara dengan tingkat kesenjangan tinggi dengan urutan keempat di dunia. Di satu sisi kekayaan per orang meningkat enam kali lipat namun menurut standar internasional kekayaan rata-rata orang Indonesia masih rendah. 

Melihat kenyataan di masyarakat, Dompet Dhuafa yang merupakan lembaga filantropi Islam dari zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana sosial lainnya berupaya mengatasi kemiskininan dengan beberapa strategi. Didirikan sejak tahun 1993, kini Dompet Dhuafa memiliki 17 cabang dalam negeri dan 5 cabang luar negeri. 



Selama usia yang mencapai 25 tahun, dana yang telah dikumpulkan hingga tahun 2017 mencapai tiga ratus milyar lebih dengan penerima manfaat 1,76 juta jiwa dan layanan. Selain itu Dompet Dhuafa memiliki unit bisnis berupa Dompet Dhuafa Social Enterprise untuk mengembangkan unit usaha dalam bentuk PT dan memberikan efek sosial di masyarakat. 

Beberapa program yang dijalankan Dompet Dhuafa di layanan kesehatan cuma-cuma berupa 18 klinik, 52 pos sehat, dan 2 unit ambulance terapung. Dampak yang dirasakan masyarakat dengan adanya layanan kesehatan ialah adanya peningkatan rasio angka harapan hidup dan daya beli masyarakat.



Menurut pak Iwan Ridwan selaku Direktur Dompet Dhuafa Enterprise terobosan ekonomi yang dilakukan ialah 3M yaitu Mustahik Move To Muzakki yaitu program pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat miskin dengan waktu pendampingan usaha 1-2 tahun. Hal yang dilakukan ialah mengembangkan unit usaha Daya Mart yang dikembangkan di daerah Sumatera Barat dan akan dibuka di Parung tanggal 9 Februari 2018




Salah satu pendamping program pertanian pak Fadil Setiawan dari Mojokerto mengatakan masyarakat yang awalnya petani gurem dengan penghasilan yang minim kini telah berhasil menjadi donatur wakaf. Bahkan dengan berbagai inovasi petani setempat kini bisa menciptakan obyek wisata kebon Stroberi berbayar yang memberikan es krim stroberi kepada pengunjung yang datang. 



Terobosan lainnya ialah menggandeng pihak industri salah satunya pak Mukhlis Direktur PT Pachira Group yang bergerak di bidang agro industri. Menurut pak Mukhlis Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah sayangnya masyarakat lebih suka import daripada memproduksi sendiri. 

Hal inilah yang membuat beliau terdorong membantu Dompet Dhuafa agar masyarakat mau memproduksi bahan makanan setengah jadi yang dinamakan Food Inggridient. Caranya dengan satu desa satu industri dengan mewakafkan mesin kecil untuk memproduksi seperempat bahan untuk industri hilir yang nantinya menghasilkan bahan setengah jadi. Harapan beliau dengan adanya konsep ini bisa merubah dana bantuan menjadi pemberdayaan masyarakat. 








Ketika ditanya berapa target dana yang ingin diraih Dompet Dhuafa di tahun 2018 pada acara Public Exposed tanggal 30 Januari 2018, dengan optimis drg Imam Rulyawan MARS sebagai Direktur Utama Dompet Dhuafa mengatakan 90 triliun merupakan bukan target yang ambisius karena potensi zakat ada 200 triliun yang baru terkumpul sekitar 2 %. 



Salah satu cara agar target tersebut tercapai ialah dengan Program Sejuta Wakaf dengan biaya minimal Rp 10.000 per orang dengan donatur atau wakaf tidak harus beragama Islam. Jika satu juta orang berwakaf sepuluh ribu per bulan maka dana wakaf yang terhimpun sebesar sepuluh miliar rupiah. 



Dana yang terkumpul akan diinvestasikan dalam aset wakaf produktif sekolah, rumah sakit, pertanian, perkebunan, peternakan, industri dan lainnya. Selama aset wakaf produktif itu mengalirkan manfaat maka selama itu pula pahala akan mengalir kepada wakif, walaupun wakif sudah wafat.



Kini sebagai masyarakat kita bisa ikut berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan dengan ikut mendonasikan dana wakaf minimal sepuluh ribu perbulan yang dapat dilakukan via transfer. Dengan menjadi donatur wakaf kita dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus meningkatkan amal ibadah dengan mudah. Info selengkapnya mengenai program Dompet Dhuafa bisa mengikuti akun media sosial twitter dan instagram @dompet_dhuafa. 





Comments

  1. Betul sekali mbak nur annisa, apabila wakaf sejuta umat bisa terealisasi dgn baik, kaum dhuafa pasti akan lbh banyak lagi yg mendapat manfaatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya program wakaf untuk membantu saudara yang membutuhkan :)

      Delete
  2. Berwaqaf baik ya mba untuk kepentingan kaum dhuafa agar bisa sejahtera

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya wakaf untuk kesejahteraan bersama :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Membongkar Mitos dan Fakta Kecantikan Bersama Natasha Skin Clinic