Jadikan Dukuh Atas Sebagai Kawasan Berorientasi Transit

Pesatnya pembangunan di Jakarta membuat kota ini didatangi jutaan orang setiap harinya. Untuk itulah Jakarta membutuhkan sarana tranportasi yang memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas. Selama beberapa tahun terakhir pemerintah provonsi DKI Jakarta terus meningkatkan fasilitas publik mulai dari Transjakarta, Commuterline, dan Railink. 


Memang sarana transportasi masih banyak kekurangan namun bagi saya sudah banyak perbaikan dibandingkan sepuluh tahun lalu saya datang ke Jakarta. Jumlah armada Transjakarta kini jauh lebih banyak dan lebih nyaman bahkan juga ada yang menghubungkan Jakarta dan Bekasi. Gerbong pada Commuterline juga ditambah dan tersedia kereta khusus perempuan. 

Upaya peningkatan kualitas transportasi umum dilakukan agar masyarakat beralih menggunakan transportasi umum dan mengurangi kemacetan di jalan raya. Dengan penduduk lebih dari sepuluh juta jiwa Jakarta masih membutuhkan tranportasi lainnya yang cepat, nyaman dan bisa memuat penumpang dalam jumlah besar. 

Transportasi tersebut ialah MRT atau Mass Rapid Transit yang kini masih dalam proses pembangunan. Rencananya MRT dijadwalkan selesai pada tahun 2019 untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah. Selama pembangunan MRT di Jakarta bukan hal yang mudah karena pembangunan tiang pancang, stasiun, dan fasilitas lainnya membuat jalan lebih sempit, beberapa pohon terpaksa ditebang sehingga terasa lebih panas dan macet. 

Namun dengan kerja keras dan komitmen PT MRT Jakarta yang ingin memberikan solusi transportasi patut dihargai dan didukung agar bisa selesai tepat waktu. Upaya lainnya yang juga dilakukan PT MRT untuk meningkatkan fasilitas penunjang transportasi umum ialah membangun kawasan berorientasi transit di Dukuh Atas. 


Daerah Dukuh Atas merupakan tempat yang padat karena terdapat tiga transportasi umum yaitu halte Dukuh Atas untuk Transjakarta, stasiun Sudirman untuk Commuterline, dan stasiun BNI City untuk Railink. Melihat daerah yang menjadi simpul bagi beberapa angkutan umum, maka pemerintah provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak antara lain PT MRT dan perwakilan duta besar Jepang menjadikan Dukuh Atas kawasan berorientasi transit pertama di Jakarta. 

sumber : jakartamrt.co.id

Pencanangan dilakukan pada tanggal 29 Maret 2018 di bekas pasar Blora atau tepat depan stasiun Sudirman. Acara ini dihadiri langsung oleh Bapak Anies Baswedan, William Sabandar, dan perwakilan beberapa instansi sebagai langkah awal sinergi pemerintah dan swasta untuk menata kawasan yang ada di Jakarta. 

sumber : jakartamrt.co.id

Saat memberikan sambutan, pak Anies mengatakan "Hadirnya MRT di Jakarta bukan sekedar alat transportasi tetapi juga sarana menumbuhkan budaya baru seperti disiplin untuk tepat waktu, mengantre, dan berbaur dengan berbagai lapisan masyarakat yang akan mengubah gaya hidup masyarakat. "



Sedangkan menurut pak William empat langkah dalam mengembangkan kawasan berorietasi transit Dukuh Atas antara lain menyediakan akses transit yang nyaman, menyediakan area publik, pemanfaatan lahan pemerintah dan penataan kembali kawasan untuk peningkatan kualitas hidup. Kawasan lainnya yang nantinya juga berfungsi sebagai transit yaitu Lebak Bulus, Blok M, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia. 

sumber : jakartamrt.co.id




Agar dapat berjalan dengan baik maka butuh dukungan berbagai pihak termasuk masyarakat agar bisa menggunakan fasilitas dengan baik dan menjaga kebersihan serta keamanan sehingga nyaman digunakan untuk jangka waktu yang lama. 

Saya menyambut baik pembangunan kawasan berorientasi transit karena saya juga pengguna transportasi umum yang membutuhkan fasilitas yang aman dan nyaman untuk berpindah moda transportasi atau menunggu. 

Semoga pembangunan MRT dapat selesai tepat waktu dan Dukuh Atas bisa menjadi transit yang bisa mengakomodir kepentingan masyarakat yang menggunakan transportasi umum di Jakarta. 





Comments

Popular posts from this blog

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Membongkar Mitos dan Fakta Kecantikan Bersama Natasha Skin Clinic