#Ecotalk : Persiapkan Diri Menghadapi Bencana Dari Rumah

Beberapa bulan yang lalu saat menjelang pergantian tahun masyarakat dikagetkan dengan berita tsunami di Banten dan Lampung. Sebuah band dan pelawak pun menjadi korban saat mengisi acara gathering sebuah perusahaan di pinggir pantai. Banyak informasi dan hoaks bermunculan terkait bencana alam yang menyebutkan kalau Jakarta juga akan terkena tsunami. 



Beberapa bencana yang kerap terjadi di Indonesia menjadi peringatan bagi banyak orang termasuk saya untuk lebih waspada. Namun informasi tentang bagaimana menghadapi bencana dan persiapan apa saja yang diperlukan masih sedikit. Padahal Indonesia berpotensi gempa bumi karena posisinya berada di tiga lempeng utama dunia yaitu Eurasia, Indoaustralia dan Pasifik.

ecotalk tempo

Seharusnya ini menjadi perhatian banyak pihak agar pemerintah dan masyarakat tidak hanya fokus menyalurkan bantuan sesudah gempa namun membuat peringatan untuk meminimalisir korban jiwa. Melihat masih minimnya edukasi tentang lingkungan apalagi yang membahas gempa, Tempo Media Grup mengadakan diskusi dengan tema Ecotalk : Amankah Jakarta Dari Tsunami tanggal 28 Februari 2019 di Putri Duyung Hall Ancol.

Amankah Jakarta Dari Tsunami ?


pemimpin redaksi tempo ecotalk


Dibuka Bapak Budi Setyarso Pemimpin Redaksi Tempo yang mengatakan kegiatan seperti ini akan diadakan secara rutin agar masyarakat teredukasi untuk memilih informasi yang tepat dan mengerti bagaimana menghadapi bencana.

pembicara diskuci ecotalk


Bapak Berton Panjaitan selaku Kepala Subdit Pencegahan BNPB mengatakan tahun ini akan mengadakan beberapa kegiatan sosialiasi terkait kesiapsiagaan bencana. Tanggal 26 April 2019 BNPB menggandeng beberapa perguruan tinggi negeri untuk mengadakan simulasi terkait bencana agar generasi muda mengetahui bagaimana evakuasi saat terjani bencana.

Beliau mengakui di Indonesia masih sangat minim sosialisasi terhadap bencana padahal jika rutin dakan minimal enam bulan sekali dari jenjang sekolah dasar maka korban jiwa dapat inimalisir.

Selain sosialisasi terkait bencana, pelaksaan tata ruang yang aman juga belum semuanya diterapkan dengan baik. Misalnya dalam sebuah bangunan harus ada tempat evakuasi yang aman jika terjadi bencana dan adanya ruang aman dalam satu rumah karena korban gempa bumi banyak terjadi pada masyarakat yang kualitas rumahnya  belum baik.

Peran pemerintah sangat penting terkait bencana dengan menempatkan bencana sebagai prioritas misalnya mewajibkan simulasi secara berkala di semua lapisan masyarakat, mengedukasi masyarakat memilih tempat tinggal yang aman, menerapkan tata ruang yang sesuai dengan standar lingkungan memperbanyak alat peringatan dini bencana dan mengajak masyarakat agar selektif menerima informasi agar tidak mudah percaya akan berita hoaks.



Bapak Rahmat Triyono sebagai Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menghimbau masyarakat agar hati-hati jika ada informasi terkait gempa. Karena gempa tidak bisa diprediksi apalagi jika ada kabar akan ada tsunami padahal BMKG tidak menginformasikan tersebut. Hati-hati karena dengan adanya hoaks tersebut ada pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk mencuri perkampungan yang ditinggal penghuninya.

Bagi masyarakat yang rawan dan pernah menjadi korban tsunami sebaiknya mencari tempat tinggal yang jauh dari pantai supaya generasi yang akan datang tidak menjadi korban. Kenali tanda-tanda tsunami salah satunya dengan mengunduh aplikasi WRS-BMKG supaya mendapat info gempa atau tsunami dari sumber yang terpercaya.

Untuk menghadapi bencana kita perlu menyiapkan beberapa hal antara lain : bersikap tenang agar bisa menemukan solusi saat terjadi bencana, berlindung di bawah meja saat terjadi gempa, gunakan tangga darurat saat akan keluar gedung dan jauhi bangunan tinggi seperti pohon atau tiang listrik dan berlari ke tempat yang aman seperti pegunungan saat terjadi tsunami.

Sudah saatnya kita mulai perduli dan aktif dalam kegiatan simulasi bencana agar resiko bisa dikurangi. Bencana bukan lagi dibahas saat memakan korban jiwa yang banyak namun harus direncanakan untuk dihadapi sebelum bencana itu terjadi. Saat menerima informasi bencana  pastikan dari sumber yang tepat agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Semoga diskusi terkait lingkungan dan bencana alam bisa rutin diadakan sehingga informasi bisa tersebar luas, masyarakat lebih waspada dan mendapat dukungan lebih dari pemerintah pusat maupun daerah.



















Comments

Popular posts from this blog

Kulit Sehat Dan Lembut Dengan Sabun Klorofil K-Link

Liburan Akhir Pekan di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari