Badan Sehat Dan Bugar Saat Pandemi Dengan Bersepeda

Sejak PSBB transisi diberlakukan bulan Juni lalu tren orang berolah raga dengan sepeda meningkat tajam. Sering saya temui dari anak-anak sampai dewasa menaiki sepeda di pinggir jalan baik di pagi maupun sore hari. Orang yang tadinya jarang berolahraga pun kini ikut-ikutan bersepeda di sekitar rumah atau di tempat umum. 



Ada beberapa hal yang mendorong peningkatan aktivitas bersepeda yaitu sebagai salah satu pilihan olahraga tanpa harus ke pusat kebugara, orang sudah jenuh di rumah sehingga butuh rekreasi tanpa harus berdesakan di transportasi umum dan menjaga imunitas tubuh. 




Peningkatan orang dengan aktivitas bersepeda ditunjukkan dengan hasil survey The Institute For Transportation and Development Policy (ITDP) dari Oktober 2019-Juni 2020 pengguna sepeda meningkat sepuluh kali lipat di sejumlah titik tertentu di Jakarta. 

Bagi saya tren bersepeda ini sebuah hal yang positif karena kesadaran orang akan olahraga atau hidup sehat mulai bertambah. Selain itu dengan banyaknya komunitas sepeda bermunculan juga bisa membantu mengurangi polusi udara. Namun apakah orang yang menggunakan sepeda untuk olahraga sudah paham tipsnya dan patuh akan protokol kesehatan?



Untuk itulah saya mengikuti webinar tanggal 7 November 2020 dengan tema "Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru". Acara webinar dimulai pukul 13.00 yang dibuka oleh dr. Riskiyana S. Putra M.Kes sebagai Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Pak Riski menyambut baik antusias masyarakat yang aktif bergerak dengan sepeda namun harus tetap patuh akan protokol kesehatan misal memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan karena pandemi belum usai dan kita wajib waspada akan kesehatan diri sendiri. 




Selanjutnya mas Azwar Hadi Kusuma selaku pendiri Indonesia Folding Bike Community mengatakan penting persiapan sebelum bersepeda. Persiapan meliputi kondisi tubuh yang sehat dan bugar jika kurang sehat sebaiknya istirahat di rumah dan tidak memaksakan diri, pilih rute gowes yang aman dan tidak terlalu ramai, siapkan masker cadangan, hand sanitizer, tempat minum tertutup. 

Saat bersepeda sebaiknya dilakukan sendiri atau dengan kelompok kecil maksimal lima orang, gunakan helm, kaca mata masker, patuhi rambu lalu lintas, hindari makan minum bersama-sama. Jika sudah selesai bersepeda dan sampai di rumah segera mencuci tangan, mandi dan ganti baju. Semprot sepeda, helm, kacamata, sepatu, sarung tangan dengan disinfektan supaya lebih steril. 



Selanjutnya mas Poetoet Soedarjanto Ketua Bike To Work Indonesia menyampaikan tiga tips penting yaitu kenali sepeda, kenali diri dan kenali lingkungan. Kenali sepeda ialah cek kondisi sepeda seperti rem, ban, rantai, lampu , sadel, dan handle bar. Kenali diri dilakukan dengan memperhatikan banyaknya minuman yang dibutuhkan dan memastikan fisik dalam keadaan sehat. Kenali lingkungan berupa ketahui kondisi jalanan apakah banyak genangan, lubang, tanjakan, turunan dan patuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. 



Memakai masker saat bersepeda memang penting namun supaya tidak kekurangan oksigen gunakan masker kain yang nyaman digunakan, hindari kerumunan dan jika sudah merasa sesak sebaiknya berhenti sejenak atau mengurangi intensitas. Bagi pemula bersepeda sesuai kemampuan misalnya tiga kali seminggu dengan durasi 30 sampai 45 menit supaya terbiasa dan bugar. 



Tips yang saya dapat dari kedua pembicara mudah dipahami dan dipraktekkan apalagi sekarang banyak orang mulai kendor dengan protokol kesehatan. Padahal resiko tertular masih ada sehingga disiplin menjadi kunci dalam melakukan berbagai aktivitas salah satunya bersepeda. Buat teman-teman yang aktif berolahraga yuk disiplin mematuhi aturan supaya badan sehat, bugar dan pandemi bisa segera berakhir. 







Comments

Popular posts from this blog

Kulit Sehat Dan Lembut Dengan Sabun Klorofil K-Link