Terapkan Gizi Seimbang Dan Olahraga Untuk Lindungi Keluarga Dari Diabetes

Minggu lalu tanggal 14 November diperingati sebagai hari Diabetes sedunia. Tingginya angka penyakit tidak menular termasuk diabetes membuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengadakan seminar sehari kemudian. Seminar dengan tema "Lindungi Keluarga Dari Diabetes" diadakan di Kementerian Kesehatan yang dihadiri tenaga medis, blogger dan komunitas peduli kesehatan. 




sumber : twitter kemenkes RI


Diabetes dulu identik dengan penyakit keturunan yang banyak diderita keluarga saya. Tapi kini orang bisa terkena diabetes karena gaya hidup yang kurang sehat. Misalnya merokok, kurang istirahat, mengkonsumsi makanan cepat saji dan kurang berolah raga. Saat ini sering sekali saya mendengar orang di usia produktif meninggal karena diabetes. 



Data juga menunjukkan Indonesia menempati urutan ke enam penderita diabetes terbesar di dunia dan sepuluh penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Fakta ini tentu harus segera ditangani agar biaya kesehatan tidak membengkak dan generasi muda Indonesia bisa terus berkarya. 

sumber : ditpromkes

Ada enam tanda dan gejala diabetes yang perlu diwaspadai yaitu selalu merasa haus, pandangan buram, selalu merasa lapar, sering buang air kecil, berat badan turun drastis dan kesemuatan atau mati rasa. Jika menemukan atau merasakan gejala seperti ini sebaiknya segera periksa ke dokter agar bisa ditangani dengan tepat dan ubah pola hidup menjadi lebih sehat. 

Pola hidup sehat diawali dari makanan sehat  dengan gizi seimbang. Makanan yang dimaksud ialah makanan dengan zat gizi dalam jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Selain itu bebas dari dari kuman berbahaya, cemaran fisik dan cemaran kimia. 




Anjuran dari Kementerian Kesehatan ialah syukuri dan makan aneka ragam makanan, banyak makan sayuran & buah, konsumsi lauk dengan protein tinggi dan batasi konsumsi makanan manis, asin serta berlemak. 

Dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang seperti karbohidrat dan lemak untuk melaksanakan kebutuhan sehari-hari, protein untuk pemeliharaan dan pertumbuhan jaringan, vitamin dan mineral untuk mengatur proses pertumbuhan & metabolisme dalam tubuh maka tubuh kita bisa melakukan berbagai aktivitas serta terhindar dari penyakit. 

Selanjutnya Prof. dr. Jose RL Batubara, PhD, SpA (K) dari Divisi Endokrinologi Anak, FKUI RSCM mengatakan diabetes bisa terjadi pada anak yang disebut diabetes tipe 1. Diabetes tipe ini dikarenakan tidak dapat memproduksi insulin bukan karena faktor keturunan. 



Gejala diabetes tipe 1 adalah badan lemas, mudah kencing, sering haus dan mudah lapar. Selain berobat ke dokter, anak-anak bisa menjalankan olah raga asalkan memeriksakan gula darah sebelum dan sesudah serta dilakukan dengan rutin sesuai kondisi tubuh. 


Banyak yang salah kaprah kalau anak menderita diabetes tipe 1 karena suka makanan manis seperti permen atau kue dan dilarang mengkonsumsi makanan tersebut. Padahal bukan itu penyebabnya dan tetap diperbolehkan menikmati makanan manis asalkan dibatasi jumlahnya. 

sumber : labcito

Untuk aktivitas fisik harus dijalankan semua orang baik anak-anak secara rutin minimal 30 menit sehari dimulai dari yang mudah seperti jalan kaki atau naik turun tangga jembatan penyebrangan yang setara 10.0000 langkah sehingga mendorong insulin lebih aktif untuk memperbaiki kadar glukosa darah. 

Di sela seminar saya memberanikan diri untuk periksa gula darah, hasilnya gula darah saya cukup tinggi yaitu 6 % yang sudah masuk kategori pre diabetik. Melihat angka ini saya lalu tersadar untuk segera mengubah pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik. Masih ada waktu menurunkan kadar gula dalam darah agar bisa normal dan sehat. 

Sudah saatnya kita terapkan gizi seimbang, olahraga untuk melindungi diri serta keluarga dari penyakit diabetes agar mengurangi beban pemerintah dan memiliki umur panjang untuk berkarya lebih banyak bagi lingkungan sekitar. 






















Comments

Popular posts from this blog

Kulit Sehat Dan Lembut Dengan Sabun Klorofil K-Link